Evaluasi

Evaluasi keberhasilan studi dilakukan bertahap, meliputi:

  1. evaluasi keberhasilan studi semesteran; dan
  2. evaluasi keberhasilan studi akhir program.

Evaluasi Keberhasilan Studi Semesteran

Evaluasi keberhasilan studi semesteran dilakukan pada tiap-tiap akhir semester terhadap mata kuliah yang diambil mahasiswa pada semester yang baru berakhir/ditempuh. Hasil evaluasi ini terutama digunakan untuk menentukan beban studi yang boleh diambil pada semester berikutnya dengan memperhitungkan keberhasilan studi semester-semester sebelumnya. Besarnya beban studi yang boleh diambil mahasiswa pada semester berikutnya ditentukan dengan pedoman sebagai berikut.

IPK SEMESTER YANG LALU BEBAN YANG BOLEH DIAMBIL
> 3,00
2,00 – 2,99
1,50 – 1,99
< 1,50
110%
100%
80%
50%

Catatan: pembulatan SKS ke atas.

Evaluasi Keberhasilan Studi Akhir Program

Evaluasi akhir program dilakukan setelah mahasiswa menyelesaikan 144–160 SKS untuk program studi S-1 dalam kurun waktu maksimal 14 semester.

Putus Kuliah (DO)

Mahasiswa putus kuliah ialah mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan evaluasi keberhasilan studi 2 tahun pertama, 2 tahun kedua atau akhir program studi Sarjana/Diploma. Mahasiswa putus kuliah dinyatakan dengan Keputusan Rektor ISI Surakarta. Mahasiswa yang pada satu semester tertentu hanya dapat mencapai IP di bawah 1,5 dinyatakan di bawah pengawasan.

Persyaratan Peserta Ujian Semester

Dosen diperbolehkan melaksanakan ujian semester jika telah memberikan perkuliahan sekurang-kurangnya 80% dari semua kegiatan akademik (tatap muka) terjadwal untuk semester yang bersangkutan.
Mahasiswa dapat mengikuti ujian semester jika telah mengikuti perkuliahan sekurang-kurangnya 75% dari tatap muka yang terjadwal, serta memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan. Mahasiswa tidak dapat mengikuti ujian untuk mata kuliah yang tidak direncanakan dalam KRS/KPRS. Mahasiswa yang tidak hadir pada ujian terjadwal tanpa keterangan yang dapat dipertanggung-jawabkan, dinyatakan gugur. Mahasiswa yang akan mengikuti ujian, diwajibkan mendaftarkan mata kuliah yang akan ditempuh ke Subbagian Akademik, sesuai dengan waktu yang terjadwal.

Ujian

Ujian dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk, seperti: tertulis, praktik, seminar, pemberian tugas, penulisan karangan (makalah), dan sebagainya. Ujian dapat pula dilaksanakan dengan berbagai kombinasi dari bentuk-bentuk tersebut, disesuaikan dengan jenis mata kuliah, tujuan kurikuler, kondisi tenaga dosen, dan jumlah mahasiswa.
Oleh karena setiap ujian mengandung unsur ketidaktetapan di dalamnya, sebagai usaha untuk mengurangi hal tersebut, maka perlu diselenggarakan ujian-ujian dalam bentuk tes-tes formatif dan tes sumatif.
Untuk mengetahui keberhasilan studi mahasiswa, maka diadakan bermacam-macam ujian yang meliputi:

  1. Ujian mata kuliah pengetahuan, yang terdiri atas:
  2. Ujian harian atau tugas berkala, dengan bobot 2;
  3. Ujian tengah semester, dengan bobot 3; dan
  4. Ujian semester, dengan bobot 5.

Bagi mata kuliah praktik yang tidak memungkinkan diadakan ujian mid-semester, bentuk ujian terdiri atas:

  1. Ujian harian dengan bobot 4;
  2. Ujian semester dengan bobot 6.

Bagi mata kuliah praktik yang mengadakan ujian harian, ujian tengah semester dan ujian semester menggunakan perhitungan bobot seperti pada ujian pengetahuan.

  1. Ujian tugas akhir program S-1, terdiri atas:
  2. Skripsi.
  3. Karya seni/pertanggungjawaban karya.

Ketentuan pelaksanaan Ujian Tugas Akhir diatur dalam Pedoman tersendiri.

Ujian Pembawaan/Kerja Feature (bagi program studi yang menyelenggarakan).