Sistem Pendidikan PDF Print E-mail

Kurikulum

Kurikulum yang berlaku di ISI Surakarta dibedakan berdasarkan periode masuk di perguruan tinggi seni ini. Kurikulum 2008 diberlakukan bagi mahasiswa angkatan 2008/2009, sedangkan kurikulum 2002 diberlakukan bagi mahasiswa sebelum angkatan 2008/2009. Kurikulum yang menjadi dasar penyelenggaraan program studi terdiri atas: kurikulum inti dan kurikulum institusional. Setiap pergantian kurikulum/pengembangan kurikulum dituangkan melalui surat Keputusan Rektor ISI Surakarta, setelah mendapat persetujuan Senat.

Sistem Penyelenggaraan Pendidikan

Penyelenggaraan pendidikan di ISI Surakarta menggunakan sistem kredit. Pelaksanaan sistem kredit semester mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengertian Sistem Kredit Semester

  1. Sistem kredit semester adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (SKS), untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.
  2. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri dari 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya, termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian.
  3. Satuan kredit semester, selanjutnya disingkat SKS adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal per minggu sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum, atau 4 jam kerja lapangan, yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1–2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1–2 jam kegiatan mandiri.

Tujuan Sistem Kredit

Tujuan umum penerapan sistem kredit di Institut Seni Indonesia Surakarta adalah agar lembaga ini dapat lebih memenuhi tuntutan pembangunan, karena di dalam sistem kredit dimungkinkan penyajian program pendidikan yang bervariasi dan fleksibel. Dengan demikian, dapat memberi kemungkinan lebih luas kepada mahasiswa untuk memilih program menuju suatu macam jenjang profesi tertentu yang dituntut oleh pembangunan. Secara khusus tujuan penerapan sistem kredit adalah sebagai berikut.

  1. Untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang berprestasi agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
  2. Untuk memberi kesempatan kepada para mahasiswa dalam merencanakan semua mata kuliah yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan.
  3. Untuk memberikan kemungkinan agar sistem pendidikan dengan input dan output jamak dapat dilaksanakan.
  4. Untuk mempermudah penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini.
  5. Untuk memberi kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.
  6. Untuk memungkinkan perpindahan mahasiswa dari ISI Surakarta ke perguruan tinggi seni yang lain, atau dari perguruan tinggi seni lain ke ISI Surakarta.

Ciri-ciri Sistem Kredit

Ciri-ciri dasar sistem kredit adalah sebagai berikut.

  1. Dalam sistem kredit tiap-tiap mata kuliah diberi harga yang dinamakan nilai kredit.
  2. Besarnya nilai kredit untuk mata kuliah yang berlainan tidak perlu sama.
  3. Nilai kredit untuk masing-masing mata kuliah ditentukan atas besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam proses perkuliahan, praktikum, kerja lapangan, maupun tugas-tugas lain.

Beban Studi dan Nilai Kredit

Besarnya beban studi mahasiswa dinyatakan nilai kredit semester suatu mata kuliah. Besarnya beban studi mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang program yang dimasuki adalah sebagai berikut.

  1. Jenjang Program S-1 (Sarjana)             : 144–160 SKS
  2. Jenjang Program S-2 (Pascasarjana)     :     36–50 SKS

Beban Studi dalam Semester

Beban studi mahasiswa dalam satu semester ditentukan atas dasar rata-rata waktu kerja sehari dan kemampuan individu. Pada umumnya orang bekerja rata-rata 6–8 jam sehari selama enam hari berturut-turut. Seorang mahasiswa pada lain pihak dituntut bekerja lebih lama, sebab ia tidak hanya bekerja pada siang hari tetapi juga pada malam hari. Dalam keadaan normal, mahasiswa dapat bekerja rata-rata siang hari 6–8 jam dan malam hari 2 jam, selama enam hari berturut-turut. Untuk itu, seorang mahasiswa diperkirakan memiliki waktu belajar sebanyak 8–10 jam per hari, atau 48–50 jam per minggu.

Oleh karena satu nilai kredit semester kira-kira setara dengan 3 jam kerja, maka beban studi mahasiswa untuk tiap semester akan sama dengan 16–20 kredit semester. Oleh karena itu juga perlu diperhatikan kemampuan individu. Hal ini dapat diilhat dari hasil studi seorang mahasiswa pada semester yang lalu, yang diukur dengan indeks prestasi (IP).

Pada semester pertama mahasiswa hanya dapat mengambil maksimum satuan program semester awal tersebut. Pada awal semester-semester selanjutnya, mahasiswa dapat mengambil beban studi sesuai dengan keinginan dan kemampuannya (IP) melalui konsultasi dengan pejabat yang diberi tugas (PA). Pengambilan beban studi ini dapat berbeda dengan temannya walaupun seangkatan, sepanjang fasilitas memungkinkan. Beban studi semester ini dapat dipakai sebagai wahana pengendalian proses pendidikan di perguruan tinggi.

Nilai Kredit

Untuk menyelenggarakan kuliah, nilai 1 kredit semester ditentukan sebagai berikut.

Nilai Kredit Semester untuk Kuliah Teori

Bagi mahasiswa, 1 kredit semester (SKS) adalah beban studi untuk mengikuti seluruh tiga acara per minggu, sebagai berikut.

  1. 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan dosen/tenaga pengajar, dalam bentuk kuliah.
  2. 60 menit acara kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi mahasiswa yang tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh dosen/tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk membuat pekerjaan rumah, menyelesaikan soal-soal, atau membuat resume.
  3. 60 menit acara kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri untuk mendalami, mempersiapkan, atau tujuan lain suatu tugas akademik, misalnya dalam bentuk membaca buku referensi, diskusi di luar kuliah dalam rangka materi kuliah.

Untuk dosen, 1 kredit semester adalah beban penyelenggaraan pendidikan untuk menyelenggarakan keseluruhan tiga acara per minggu sebagai berikut.

  1. 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa.
  2. 60 menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur.
  3. 60 menit pengembangan materi kuliah.

Nilai Kredit Semester untuk Kuliah Praktik

Untuk kuliah praktik/latihan, 1 kredit semester sama dengan penyelenggaraan kegiatan selama 3–4 jam per minggu untuk satu semester.

Bagi mahasiswa, 1 kredit semester kuliah praktik/latihan adalah beban studi untuk mengikuti seluruh tiga acara per minggu, sebagai berikut.

  1. 100 menit acara praktik/latihan terjadwal.
  2. 60 menit acara kegiatan akademik terstruktur.
  3. 60 menit acara kegiatan akademik mandiri.

Untuk dosen, 1 kredit semester kuliah praktik/latihan meliputi tiga acara kegiatan per minggu sebagai berikut.

  1. 100 menit acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa.
  2. 60 menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur.
  3. 60 menit pengembangan materi kuliah.

Nilai Kredit Semester untuk Kerja Lapangan dan Sejenisnya

Untuk kerja lapangan dan sejenisnya, nilai 1 kredit semester adalah beban tugas di lapangan sebanyak 4–5 jam per minggu selama satu semester.

Nilai Kredit Semester untuk Pembawaan, Pameran, atau Tugas Akhir

Nilai kredit semester untuk kegiatan Pembawaan, Pameran, Skripsi, atau Karya Seni sebanyak 3–4 jam sehari selama satu bulan, setara dengan 25 hari kerja, mempunyai nilai 1 kredit semester.

Program Semester

Pada pengertian semester telah dinyatakan, bahwa program satu jenjang lengkap dibagi ke dalam program-program semesteran. Sebenarnya yang dibagi itu adalah beban studi seorang mahasiswa. Dalam keadaan ideal, seluruh acara itu diadakan setiap semester. Akan tetapi, mengingat berbagai keterbatasan, maka acara penyelenggaraan kuliah diberikan pada semester ganjil dan genap secara proporsional.

Tahun Akademik

Tahun kuliah dimulai pada awal minggu pertama bulan September dan berakhir pada akhir minggu keempat bulan Juni tahun berikutnya. Tahun kuliah terbagi dalam 2 (dua) semester, kuliah diberikan mulai hari pertama minggu pertama masing-masing semester dan berakhir pada akhir minggu ke-18.

Semester ganjil dimulai pada Senin pertama bulan September dan berakhir pada hari Sabtu kedua pada bulan Januari. Semester genap dimulai pada hari Senin keempat bulan Februari dan berakhir pada Sabtu kedua bulan Juli.

Indek Prestasi (IP)

Untuk mengetahui keberhasilan studi seorang mahasiswa, dinyatakan dengan indeks prestasi (IP), yang cara penghitungannya sebagai berikut.
Jumlah nilai kredit mata kuliah yang diambil
IP =
Jadi IP mahasiswa A = 2,60
Catatan:  Pembaginya adalah mata kuliah yang direncanakan, bukan yang ditempuh.
Penulisan IP s.d 2 angka di belakang koma
Pembulatan: angka ketiga di belakang koma 6 ke atas dibulatkan ke atas, 5 ke bawah dihilangkan.
Contoh:     2,637 = 2,64
2,635 = 2,63

Penilaian Hasil Belajar

Kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa diukur dengan penilaian/evaluasi secara berkala, yang dapat berbentuk ujian, pelaksanaan tugas, dan pengamatan. Ujian dapat diselenggarakan melalui ujian tengah semester, ujian semester, dan ujian akhir program studi. Ujian akhir program studi dapat berbentuk ujian kekaryaan seni atau skripsi.

Berdasar SK Ketua Nomor 1511/L.01/PP/2004 tanggal 18 Mei 2004, sistem penilaian sebagai berikut.

NILAI MENTAH NILAI NILAI HURUF PREDIKAT
< 0,25 0 E Gagal
0,26 – 0.75 0.5 E + Gagal
0.76 – 1.25 1.0 D Kurang
1.26 – 1.75 1.5 D+ Kurang
1.76 – 2.25 2.0 C Cukup
2.26 – 2.75 2.5 C + Cukup
2.76 – 3.25 3.0 B Baik
3.26 – 3.75 3.5 B + Baik
> 3.76 4 A Amat Baik

Nilai K    berarti kosong, data nilai kurang lengkap, karena yang bersangkutan mengundurkan diri secara sah.

Nilai T     berarti tidak lengkap, data nilai kurang lengkap, karena belum semua tugas diselesaikan pada waktunya atas izin dosen yang bersangkutan, selama-lamanya satu semester. Nilai T tidak dapat digunakan untuk menghitung IP, dan selanjutnya akan diperhitungkan kembali pada semester yang sama tahun berikutnya, dengan merencanakan pada KRS. Apabila nilai T lebih dari satu semester maka akan menjadi nilai F.

Nilai F     berarti mahasiswa tersebut tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

Perbaikan Nilai

Mahasiswa yang akan memperbaiki nilai dapat melakukan dengan cara: mengulang/mengikuti kuliah penuh dengan merencanakan ke dalam KRS, yang pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal/semester tertentu.
Catatan: Dalam hal perbaikan nilai, yang dipakai sebagai nilai akhir adalah yang terbaik.

Gelar Akademik dan Sebutan Profesional

Gelar akademik untuk lulusan program sarjana, program magister, dan program doktor diatur sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Ijazah, gelar, dan sebutan, diberikan kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan studi dan dinyatakan lulus. Pemberian gelar dan sebutan lulusan ISI Surakarta didasarkan atas Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 036/U/1993 tanggal 9 Februari 1993 adalah sebagai berikut.

  1. Gelar akademik lulusan program Pasca Sarjana (S-2) adalah “Magister Seni” yang disingkat M.Sn.
  2. Gelar akademik lulusan Sarjana (S-1) adalah “Sarjana Seni” yang disingkat S.Sn.
  3. Gelar vokasi lulusan Diploma 3 adalah “Ahli Madya” yang disingkat A.Md.

Penyerahan ijazah dilakukan pada Upacara Wisuda, yang pelaksanaannya diatur sesuai dengan kalender akademik.  Yang berhak mengikuti wisuda/menerima ijasah adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh kegiatan akademik serta kewajiban lainnya.

Predikat Kelulusan

Mahasiswa yang telah menyelesaikan program studi tingkat Sarjana dan Diploma mendapat predikat kelulusan atas dasar prestasi yang dicapai, dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. IPK 2,00–2,75: lulus dengan memuaskan
  2. IPK 2,76–3,50: lulus dengan sangat memuaskan
  3. IPK 3,51–4,00: lulus dengan pujian (cumlaude).*

*   Predikat kelulusan dengan pujian ditentukan pula dengan memperhatikan masa studi maksimum, yaitu n tahun (masa studi minimum) ditambah 1 tahun (Kepmendiknas No. 232/U/2000, tanggal 20 Desember 2000).

Masa Studi

Masa studi jenjang S-1 adalah antara 8 semester (kurang dari 8 semester) dan selama-lamanya 14 semester (4–7 tahun), jenjang D-III antara 6 semester (kurang dari 6 semester) dan selama-lamanya 10 semester (3–5 tahun), terhitung sejak mahasiswa diterima dan terdaftar di STSI/ISI Surakarta yang pertama kali (mahasiswa reguler). Pemantauan terhadap masa studi mahasiswa antara lain dengan melihat kode tahun masuk pada nomor induk mahasiswa (NIM).

Bagi mahasiswa yang telah lulus Sarjana Muda/D-III pada perguruan tinggi sejenis yang akan melanjutkan studi ke jenjang S-1, perhitungan masa studi paling lama 14 semester (7 tahun), terhitung sejak saat mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa di perguruan tinggi asal (waktu selang tidak diperhitungkan). Apabila penyelesaian Program Sarjana Muda/D-III lebih dari 10 semester (5 tahun), dihitung 10 semester (5 tahun).

Bagi mahasiswa yang masa studinya sudah berakhir, tetapi belum dapat menyelesaikan seluruh tugas dan kewajibannya, dapat mengajukan perpanjangan masa studi.       Perpanjangan waktu studi sebanyak-banyaknya 2 semester setelah habis waktu masa studi. Apabila masa perpanjangan selama 2 semester telah habis dan mahasiswa yang bersangkutan belum dapat menyelesaikan studinya, yang bersangkutan masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan studinya selama-lamanya 2 semester dengan membayar SPP 50% lebih tinggi dari yang seharusnya (SPP tahun yang berjalan) dan dihitung bertambah setiap semester perpanjangan. Permohonan perpanjangan waktu studi selambat-lambatnya dua minggu sebelum hari pertama pembayaran SPP, ditujukan kepada Pembantu Ketua I diketahui oleh Ketua Program Studi dan PA. Setelah masa perpanjangan kedua, mahasiswa yang bersangkutan belum dapat menyelesaikan studinya, maka yang bersangkutan dinyatakan putus kuliah.

Nomor Induk Mahasiswa

Setiap mahasiswa diberi nomor induk mahasiswa (NIM) yang terdiri atas 8 digit.
Digit ke-1 dan 2                   =    kode tahun masuk
Digit ke-3                              =    kode jenjang/strata
Digit ke-4                              =    kode jurusan
Digit ke-5                              =    kode program studi
Digit ke-6                              =    kode status mahasiswa
Digit ke-7 dan seterusnya =    nomor urut registrasi

  1. Kode Tahun Masuk dua angka terakhir tahun pertama registrasi
  2. Kode Jenjang/Strata

0    =    S-0 (Diploma)
1    =    S-1 (Sarjana)
2    =    S-2 (Pascasarjana)
3    =    S-3 (Doktor)

Kode Jurusan
1    =    Karawitan
2    =    Pedalangan
3    =    Tari
4    =    Seni Rupa

Kode Program Studi                
1    =    Seni Karawitan
2    =    Etnomusikologi
3    =    Seni Pedalangan
4    =    Seni Tari
5    =    Kriya Teknik
6    =    Tata Rupa Pentas
7    =    Kriya Seni
8    =    Televisi dan Film
9    =    Seni Rupa Murni
10  =    Desain Interior

Kode Status Mahasiswa          
1    =    Biasa/Reguler
2    =    Pindahan
3    =    Mahasiswa asing biaya sendiri
4    =    Mahasiswa asing program dharmasiswa

Kode Nomor Urut Registrasi
Urutan registrasi mahasiswa pada satu tahun dengan memperhatikan urutan jurusan dan program studi.
Contoh :

07111101     Mahasiswa angkatan tahun 2007 =   07
Jenjang Strata S-1 =     1
Jurusan Karawitan =     1
Program Studi Seni Karawitan =     1
Status Mahasiswa Biasa =     1
Nomor Urut =   01

 

Upacara

Tata cara upacara dalam penyelenggaraan pendidikan ISI Surakarta meliputi:

  1. Pelantikan mahasiswa baru
  2. Wisuda lulusan
  3. Dies Natalis
  4. Pengukuhan Guru Besar
  5. Pemberian tanda penghargaan.

Kebebasan Akademik dan Otonomi Keilmuan

Kebebasan akademik termasuk kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan serta kebebasan kekaryaan seni merupakan kebebasan yang dimiliki oleh sivitas akademika ISI Surakarta untuk melaksanakan kegiatan yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni secara bertanggung jawab dan mandiri.

Pimpinan ISI Surakarta mengupayakan dan menjamin agar setiap anggota sivitas akademika dapat melaksanakan kebebasan akademik dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsinya secara mandiri sesuai dengan aspirasi pribadi dan dilandasi oleh norma serta kaidah keilmuan dan seni.

Dalam melaksanakan kegiatan akademik, setiap anggota sivitas akademika ISI Surakarta harus mengupayakan agar kegiatan dan hasilnya dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan akademik ISI Surakarta. Dalam melaksanakan kebebasan akademik, setiap anggota sivitas akademika ISI Surakarta harus bertanggung jawab secara pribadi atas pelaksanaan dan hasilnya sesuai dengan norma serta kaidah keilmuan dan seni. Dalam melaksanakan kegiatan akademik, Pimpinan ISI Surakarta dapat mengizinkan penggunaan sumber daya yang dimiliki ISI Surakarta, sepanjang kegiatan tersebut tidak merugikan pribadi lain semata-mata untuk memperoleh keuntungan materi bagi pribadi yang melakukannya.

Kebebasan mimbar akademik berlaku sebagai bagian dari kebebasan akademik, yang memungkinkan dosen menyampaikan pikiran dan pendapat secara bebas di ISI Surakarta sesuai dengan kaidah serta keilmuan dan/atau seni.

ISI Surakarta dapat mengundang tenaga ahli dari luar untuk menyampaikan pikiran dan pendapat sesuai dengan norma serta kaidah keilmuan dan/atau seni dalam rangka pelaksanaan kebebasan akademik. Pelaksanaan kebebasan akademik diarahkan untuk memantapkan terwujudnya pengembangan diri sivitas akademika, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian.       

Dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, ISI Surakarta beserta sivitas akademika berpedoman pada otonomi keilmuan dan kesenian. Otonomi keilmuan dan kesenian pada ISI Surakarta dirumuskan oleh Senat ISI Surakarta. Otonomi keilmuan adalah kegiatan ilmiah yang berpedoman pada norma-norma dan kaidah keilmuan yang harus ditaati oleh para anggota sivitas akademika. Otonomi kesenian adalah kegiatan kreativitas seni sivitas akademika yang didasarkan pada nilai-nilai budaya masyarakat dan bangsa.

Last Updated on Thursday, 27 May 2010 11:53