#
Error
  • Error loading feed data.
ISI SOLO | Institut Seni Indonesia Surakarta
Seminar Internasional di Atena, Yunani PDF Print E-mail
Written by redaktur   
Wednesday, 04 June 2014 01:26

Pada hari Senin, 2 Juni 2014 Prof. Santosa, Ph.D. (dosen jurusan etnomusikologi dan pascasarjana ISI Surakarta) telah menghadiri dan pembicara di dalam seminar Internasional 5th Annual International Conference on Visual and Performing Arts, 2-5 June 2014, di Atena, Yunani. Acara seminar ini diselenggarakan setiap tahun oleh ATHENS INSTITUTE FOR EDUCATION AND RESEARCH (ATINER) yang berkantor di 8 Valaoritou Str., Kolonaki, 10671 Athens, Greece ( www.atiner.gr). Tahun ini seminar diadakan di Hotel Titania, hotel berbintang empat yang berada di 52 Panepistimiou Avenue (El Venizelou Avenue), dekat pusat kota Syntagma Square, hanya sekitar 15 menit berjalan kaki dari sana ke arah utara atau 2 menit dengan metro bawah tanah.

Kali ini adalah kesempatan kedua (presentasi makalah pertama tahun 2012 berjudul “Interpreting Literary Works in New Environments and Contexts”) untuk tampil sebagai pembicara dalam acara seminar tersebut.  Sebelumnya, pada tanggal 6 April 2014, Prof. Santosa juga menjadi pembicara dalam seminar ASIAN CONFERENCE ON ARTS AND HUMANITIES (ACAH) yang diselenggarakan oleh INTERNATIONAL ACADEMIC FORUM (IAFOR) di Osaka, Jepang dengan judul “Arts in Social Conflicts” (www.iafor.org/iafor/conferences/acah2014 atau www.isi-ska.ac.id dalam topik “Seminar Asian Conference on Arts and Humanities).

Makalah yang dipresentasikan berjudul “Performing Arts for Tourism” adalah paper yang ditulis berdasarkan atas penelitian kelompok (dibantu oleh Joko Budiwiyanto, Arif Jati Purnomo, almarhum Sri Harto, dan Sri Setyoasih) pada tahun 2009/2010. Penelitian ini dibiayai oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kemendikbud, Jakarta. Seperti seminar pertamanya, dalam seminar ini Prof. Santosa juga didanai oleh Ditjen Dikti, Kemendikbud, Jakarta. Menurut Prof. Santosa, menyusun karya seni untuk turis seharusnya mempertimbangkan unsur-unsur lokal yang kuat dan masih hidup sehingga dapat menarik wisatawan domestik dan internasional. Hal ini disebabkan karena para turis dalam kunjungannya selalu mencari obyek-obyek baru untuk menambah pengalaman dan wawasannya. Juga, seharusnya seni untuk turis seharusnnya melibatkan orang-orang dalam sebagai seniman-seniman dan pelaku-pelaku industri pariwisata itu, seperti pementasan Macan Gadhungan yang diselenggarakan awal tahun 2010 di Parangijo, Karanganyar.

Menurut Gregory Papanikos, President ATINER, seminar yang diselenggarakan mulai tanggal 2 s.d. 5 Juni 2014 ini benar-benar merupakan kegiatan berskala internasional karena pembicaranya adalah para pakar dari berbagai negara di penjuru dunia. Pembicara dari Yunani sendiri bahkan tidak lebih dari 10%, demikian katanya dalam sambutan pembukaan acara seminar tersebut. Selanjutnya dikatakan bahwa presentasi makalah oleh para pakar yang diperkaya dengan kunjungan ke berbagai obyek wisata kebudayaan di Atena dapat menghasilkan perspektif baru untuk pengembangan bidang seni pertunjukan dan seni rupa dan desain.

Sehubungan dengan pentingnya acara seperti ini dalam rangka pengembangan dosen dan lembaga ISI Surakarta diharapkan para dosen dapat mengambil kesempatan untuk berbicara dalam forum-forum seminar seperti ini. Kesempatan-kesempatan semacam ini terbuka lebar karena masih terlalu sedikit dosen ISI Surakarta yang menjadi pembicara dalam forum-forum ilmiah internasional seperti ini. Terbukti dalam dua kali presentasi di forum seminar ATINER (tahun 2012 dan 2014) Prof. Santosa adalah satu-satunya wakil dari Indonesia.  Kehadiran dan peran serta para dosen sebagai pembicara di forum internasional perlu ditingkatkan seperti diharapkan oleh Dirjen Dikti melalui program-programnya selama ini. (news by Anggun 4/6/14)


Prof. Gregory Papanikos, President ATINER, sedang memberikan sambutan pembukaan dalam 5th Annual International Conference on Visual and Performing Arts, 2-5 June 2014, di Atena, Yunani (Foto: Santosa).

Prof. Santosa berpose di pintu masuk ruang seminar ATINER 2014 di hotel Titania, Atena, Yunani

(Foto: Santosa).

Prof. Santosa berbicara  tentang “Performing Arts for Tourism” di forum Seminar Internasional ATINER 2014, Atena, Yunani (Foto: Santosa).

Last Updated on Wednesday, 04 June 2014 01:28
 
Sosialisasi Penggunaan Daftar Hadir Elektronik (Finger Print) PDF Print E-mail
Written by redaktur   
Tuesday, 03 June 2014 03:13

Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta telah menyelanggarakan sosialisasi yang berhubungan dengan penggunaan daftar hadir elektronik (Finger Print). Sosialisasi tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Mei 2014 bertempat di Teater Kecil ISI Surakarta pukul 08.30 wib. Dihadiri oleh Rektor ISI  Surakarta beserta jajaran, Kabag, Kasubbag dan seluruh tenaga kependidikan.

Kegiatan ini berupa sosialisasi penggunaan daftar hadir elektronik (Finger Print) dan pemakaian tanda pengenal (ID Card) oleh Rektor ISI Surakarta. Kegunaan utama mesin absensi (Finger Print) adalah untuk memantau dan mendata kehadiran karyawan. Mengingat pentingnya mengetahui daftar absensi karyawan bagi pemimpin Instansi dan untuk mengetahui adakah hubungan positif dan signifikan antara penerapan absensi finger print terhadap disiplin Pegawai di Institut Seni Indonesia Surakarta.

Rektor ISI Surakarta mengatakan bahwa, “semoga bapak ibu bisa menerima ini dengan sebaik-baiknya. Dan mengenai tunjangan kinerja yang sudah diterima sebenarnya itu diberikan apabila laporan kehadiran dan laporan kinerja yang sedang dilakukan. Maka dengan adanya tunjangan kinerja dilakukanlah absensi finger print sesuai dengan aturan yang berlaku untuk jam kerjanya. Ini merupakan tanggung jawab yang harus kita berikan pada negara dan tanggung jawab kita kepada Yang Maha Kuasa. Sehingga kita melakukannya dengan ikhlas dan setulus-tulusnya. (News by Anggun 16/5/14)


Sosialisasi Finger Print di Teater Kecil ISI Surakarta (Foto: Anggun)

Pembantu Rektor II saat memberikan penjelasan di Teater Kecil ISI Surakarta

(Foto: Ranang)

 

Last Updated on Tuesday, 03 June 2014 03:19
 
Program Mahasiswa Wirausaha ISI Surakarta Tahun 2014 PDF Print E-mail
Written by redaktur   
Wednesday, 14 May 2014 02:16

Dalam rangka agenda tahunan mahasiswa, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mengadakan kegiatan tentang kewirausahaan yang bernama Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) ISI Surakarta Tahun 2014. Program  tersebut bertujuan untuk menumbuh kembangkan wirausaha-wirausaha baru yang berpendidikan tinggi dan memiliki pola fikir pencipta lapangan kerja, Mendorong terbentuknya model/pembelajaran kewirausahaan di Perguruan Tinggi dan Mendorong pertumbuhan dan perkembangan kelembagaan pengelola Program Kewirausahaan di Perguruan Tinggi.

Sedangkan manfaat bagi mahasiswa yaitu memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kemampuan soft skill, memperoleh kesempatan terlibat secara langsung dalam kegiatan bisnis dan menumbuhkan jiwa bisnis sehingga memiliki keberanian untuk memulai dan mengembangkan usaha didukung dengan modal yang diberikan dan pendampingan secara terpadu. Bentuk kegiatannya berupa pendidikan dan pelatihan, magang ke perusahaan pembuatan business plan, pameran dan presentasi business plan, permodalan (pemberian modal kerja) setiap kelompok, pendamping usaha, evaluasi dan pelaporan.

Program Mahasiswa Wirausaha (PWM) tahun 2014 ada waktu pendaftaran dan seleksi. Pendaftaran dilaksanakan calon peserta Program Mahasiswa Wirausaha (PWM) tanggal 8 Mei – 2 Juni 2014. Seleksi administrasi calon peserta Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) tanggal 5 Juni 2014. Presentasi portofolio calon peserta Program Mahasiswa Wirausaha (PWM) tanggal 14 Juni 2014, sedangkan pengumuman hasil presentasi tanggal 17 Juni 2014.

Menurut Aan Sudarwanto, S.Sn,. M. Sn selaku panitia mengatakan bahwa, “kewirausahaan dulu hingga sekarang memiliki perkembangan dari beberapa aspek, contohnya aspek kualitas yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sedangkan aspek kuantitas membuat mahasiswa bisa belajar bagaimana berwirausaha dan menjadikan seorang enterpreneur, sehingga bisa membuka lapangan kerja baru bagi orang-orang yang belum bekerja”. (news by Anggun 14/5/14)


PWM di Teater Kecil ISI Surakarta Tahun 2013. (Foto: Aan)

Presentasi Business Plan di Pendapa ISI Surakarta Tahun 2011. (Foto: Aan)

Last Updated on Wednesday, 14 May 2014 02:27
 
ISI Surakarta telah Menggelar Hari Tari Dunia 2014 PDF Print E-mail
Written by redaktur   
Friday, 02 May 2014 03:43

Institut Seni Indonesia Surakarta telah menggelar Hari Tari Dunia 2014 pada tanggal 29-30 April 2014 selama 24 jam menari. Hari Tari Dunia “World Dance Day 2014” dengan tema “Dancing Out Loud”, Suara Tubuh Membuka Hati. Tema tersebut akan membangkitkan citra dunia tari untuk menuju kebaikan moral dan martabat manusia, sehingga menjadi santun, beradap, mulia dan bermartabat. “World Dance Day 2014 dengan pergelaran Solo 24 Jam Menari, akan menghadirkan karya seni sebagai bentuk inspirasi mencipta gerakan sosial lewat gerak, tari dan diskusi ketubuhan antar budaya untuk mengusung kekuatan suara seniman tari pada tugas mulia dalam kehidupan manusia.

Pada helatan WDD 2014, secara khusus  dilaksanakan kerjasama antara Institut Seni Indonesia Surakarta, Erasmus Huis Jakarta, dan International Dansteater dari Amsterdam, Belanda. Dalam kerjasama ini dipentaskan  beberapa reportoar tari, satu diantaranya adalah hasil kolaborasi anatara Mahasiswa ISI Surakarta dengan International Dansteater. Dalam waktu yang bersamaan, kami mengundang lima kraton; yaitu Keraton Kacirebonan, Cirebon, Keraton Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Pura Pakualaman dan Pura Mangkunegaran. Pada pergelaran di Pendapa Ageng ISI Surakarta, akan hadir tamu istimewa yang  berkenan menampilkan sajian tari yaitu; bapak  Drs. Sulistyo S Tirtakusuma. M.M. dan Gusti Paundrakarna.

Kegiatan yang telah di lakukan antara lain; Pergelaran tari selama 24 jam, beberapa penari yang akan menari selama 24 jam, Orasi tari, dan juga akan mementaskan “empu-empu” atau maestro tari dari beberapa daerah di Indonesia. Keempuan dalam tari tradisi merupakan bagian yang dirasa penting pada masa sekarang. Tidaklah berlebihan bila pilihan terhadap keempuan dalam konteks negara dimaknai sebagai pemimpin. Pemimpin pada dasarnya juga ketauladanan dan tahun 2014 adalah tahun pilihan pemimpin yang memberi ketauladanan.

Di kampus ISI Surakarta, venue pertunjukan akan dilaksanakan di Halaman Rektorat, Teater gedung F, Teater Gendon Humardani, Teater Mandala Pascasarjana, Pendapa Ageng, Teater Kapal dan di Teater Besar yang telah diikuti kurang lebih 200 penari untuk memeriahkan Hari Tari Dunia “World Dance Day 2014” di ISI Surakarta. Dan juga penari difabel pun ikut memeriahkan WDD di ISI Surakarta.

Prof. Dr. Sri Rochana W. S.Kar., M.Hum selaku Rektor ISI Surakarta mengatakan bahwa, “Perayaan World Dance Day di Institut Seni Indonesia (ISI) tahun 2014,  paling tidak telah memberi secercah pengalaman bagi pengelola yang langka ditemui di ruang-ruang kuliah.  Untuk itu berbahagialah kepada teman-teman sekalian yang secara intens menekuni khasanah pengetahuan yang berada di lapangan ini.  Pada kesempatan ini, kami menyampaikan rasa terimakasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh penitia, dan pendukung WDD, pengamat, kritikus, birokrat, para donatur yang telah  mendukung sepenuhnya pelaksanaan World Dance Day 2014. Semoga jerih payah kita semua betul-betul berdampak  pada peningkatan kualitas kehidupan tari.”


Pembukaan World Dance Day di Halaman Rektorat ISI Surakarta (Foto: Anggun)

Penutupan World Dance Day di Teater Kapal (Foto: Anggun)


Last Updated on Friday, 02 May 2014 04:12
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 4 of 39