Organisasi Mahasiswa

Organisasi kemahasiswaan adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan di ISI Surakarta. Organisasi Kemahasiswaan ISI Surakarta dibentuk untuk menanamkan sikap ilmiah, pemahaman tentang arah profesi dan sekaligus meningkatkan kerjasama, serta kesejahteraan mahasiswa.

Organisasi kemahasiswaan ISI Surakarta diselenggarakan dari, oleh, dan untuk mahasiswa. Susunan organisasi kemahasiswaan mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 155/U/1998 Tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi. Organisasi Kemahasiswaan ISI Surakarta ditetapkan dalam Surat Keputusan Rektor ISI Surakarta.

Organisasi Kemahasiswaan ISI Surakarta terdiri dari:

  1. Dewan Amanat Mahasiswa (DAM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di tingkat pusat.
  2. Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEMJ) pada tingkat Jurusan.
  3. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)

BEM mempunyai tugas membentuk dan mengkoordinir UKM dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler.

BEMJ mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan yang menunjang keprofesian pada masing-masing Jurusan (kegiatan ko-kurikuler).

UKM mempunyai tugas menyusun dan melaksanakan program sesuai dengan unit kegiatan masing-masing. UKM terdiri dari bidang penalaran, kesenian, olahraga, kerokhanian, ketahanan kampus, dan kegiatan khusus. Masing-masing UKM didampingi Dosen Pembimbing dan atau Pelatih.

Bantuan Kegiatan Kemahasiswaan

Dalam mendukung dinamika aktivitas organisasi mahasiswa kerjasama lintas perguruan tinggi (minimal 3 PT), Direktorat Kelembagaan DIKTI memberikan fasilitas Bantuan Kegiatan Mahasiswa berupa dana mulai Rp.5.000.000,- s.d. Rp.50.000.000,- per kegiatan bagi tiap organisasi kemahasiswaan.

Panduan silakan diunduh : Ketentuan Proposal