Pelatihan Pengemasan Audio Visual Sebagai Bahan Informasi Digital di Media Sosial

isi-surakarta-uptperpustakaan-Pelatihan-Pengemasan-Audio-Visual-Sebagai-Bahan-Informasi-Digital-di-Media-Sosial

Kemajuan teknologi computer, telekomunikasi, dan infrastruktur semakin hari semakin menambah daftar jenis barang-barang fisik yang berhasil mendigitalisasikan dan mentransmisikan dari satu tempat ke tempat yang lain. Keberhasilan proses digitalisasi pada teks, gambar, audio, dan video secara kontinyu diiringi pula dengan keberhasilan para peneliti dalam memperbaiki kualitas masing-masing entity tersebut. Hal ini membawa cakrawala baru pada sisi content services. Sedangkan inti dari content services ini adalah bagaimana memasarkan data, informasi, maupun knowledge yang telah dipaketkan sedemikian rupa memiliki value tertentu bagi konsumen. Ada tiga tahapan proses olahan entity-entiti digital yang dapat menghasilkan output untuk dipasarkan, yaitu : Content Creation, Content Packaging, dan Market Making.

Disisi lain, fenomena partisipasi aktif masyarakat dalam menggunakan teknologi untuk mendistribusikan dan menanggapi informasi dengan cepat berdampak dalam kehidupan sehari-hari. Menimbulkan kerumitan-kerumitan baru yang menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Dampak penggunaan teknologi digital atau teknologi informasi (online) terhadap budaya atau kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat (offline) dibingkai oleh tema budaya digital. Budaya digital menjadi topic hangat untuk didiskusikan, mengingat dampaknya yang semakin kuat dan luas dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sebut saja, gejolak panas pro-kontra transportasi online, debat haters vs lovers di media social saat pemilu, pilpres atau pilkada, hingga isu internasional skandal dokumen Panama. Lalu, bagaimana peluang dan tantangan budaya digital di Indonesia serta bagaimana trennya di masa depan?

Namun yang pasti di era digital, penyebaran informasi telah beralih dari system konvensional distribusi-sirkulasi media masa ke model participatory. Masyarakat tidak lagi hanya berperan sebagai konsumen pasif, tapi sebagai actor yang ikut berperan aktif dalam membentuk, menyebarkan, bahkan mentransformasi berbagai informasi. Proses ini pun berjalan dengan sangat cepat tanpa kendala batasan geografis. Perubahan ini menjadi salah satu titik pangkal berbagai masalah yang timbul dan menyebabkan keresahan dalam masyarakat akhir-akhir ini.

Berdasarkan latarbelakang diatas, UPT. Perpustakaan ISI Surakarta berusaha menjawab problematika tersebut dengan menyelenggarakan Pelatihan Pengemasan Audio-Visual Sebagai Bahan Informasi Digital di Media Sosial paada tanggal 16 -17 Mei 2017 pukul 08.00 – 16.00 WIB di Ruang Seminar. Materi yang akan dipaparkan pada tanggal 16 Mei 2017 tentang Proses produksi televisi, documenter,iklan, berita, dll. Pengemasan Audio Visual sebagai bahan informasi, dan Media social sebagai alat penyebaran informasi. Sedangkan materi pada tanggal 17 Mei 2917 tentang Manajemen Pengelolaan audiovisual sebagai dokumen, dan Retrivel system koleksi audio visual. Dengan Narasumber Pascalis P.W (EXPEE Promedia), Dwi Rahmanto (IVAA Jogjakarta), dan Melisa Angela (IVAA Jogjakarta).