Seminar Nasional “Kritik dan Kuratorial” Program Pascasarjana ISI Surakarta

isi-surakarta-seminar-nasional-kritik-kuratorial-ptogram-pasca-sarjana

Program Pascasarjana ISI Surakarta menggelar Seminar Nasional bertajuk “Kritik dan Kuratorial” pada hari Rabu, 30 Nopember 2016 pukul 09.00 WIB di Ruang Seminar. Pembicara seminar sebagai berikut; Prof. Dr. Sri Rochana W., S.Kar., M.Hum. /Kritik – Surakarta, Prof. Dr. Rahayu Supanggah, S.Kar./Musik – Surakarta, Dr. Suwarno Wisetrotomo /Yogyakarta, Putu Fajar Arcana /Wartawan Kompas, Dr. Sal Murgiyanto, M.A. /Yogjakarta, Garin Nugroho /Jakarta, dan Halim HD /Surakarta

Kurator diperlukan dalam kancah perhelatan seni. Kurator akan mengarahkan posisi seni dalam konteks pengembangan dan pelestarian. Kurator tidak hanya mencari kelemahan atau memberi pujian, tapi lebih pada bingkaian bagaimana seni itu di masyarakat.

Seniman dalam karyanya merupakan ekspresi, ide gagasan. Hal ini menjadi lebih kreatif dan ekspresif apabila seniman telah berpengalaman. Kesenimanan kadang merupakan orang terpilih karena ide gagasan karya seninya. Hasil karya seni kadang sulit dipahami oleh penikmat. Maka, perlu adanya kurator seni. Jiwa Kurator tidak muncul begitu saja, namun perlu adanya pengetahuan dan pengalaman dalam melihat karya seni yang diawali dari apresiasi sampai pada penilaian karya seni. Kurator atau kritik tidak merupakan keluhan atau perasaan, namun lebih pada paparan penyampai maksud karya seni itu tercipta untuk dipahami para penikmatnya.

Dalam kontek karya seni, kuratorial memiliki banyak keragaman yang perlu bidang keilmuan yang membingkainya. Dahulu, kuratorial atau kritik hanya bersifat mencari kelemahan, baik sebagai inspirasi, saran, dan penilaian. Kini demikian pula banyak pelaku-pelaku kurator kerap memanfaatkan karya seni sebagai bagian dari kerja kreatif profesi. Imajinasi-imajinasi yang menubuh, bayangan dan pengalaman ruang di masa silam, semua itu diolah kembali sebagai pernyataan baru yang kerap disesuaikan dengan kekinian ataupun pilihan ke depan.

Seminar kali ini akan menelaah lebih dalam tentang problematika, posisi, potensi, wacana, serta proyeksi kuratorial atau kritik.