24 Jam Menari memperingati World Dance Day diselenggarakan ISI Surakarta

24-Jam-Menari- -memperingati- World-Dance-Day- diselenggarakan- ISI-Surakarta

Pada tahun 2018 ini telah berjalan pada tahun ke 12. Tahun ini didukung lebih dari 160 kelompok seni yang terdiri: seniman tari dalam dan luar negeri, Keraton, perguruan tinggi seni maupun non seni se-Indonesia, Sanggar tari, siswa SMP, SMA, SMK, dan guru tari.

Kelompok seni yang hadir dari berbagai provinsi di Indonesia: Papua, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumbawa, Sumbawa Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Bangka-Belitung, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Nias, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.
Peserta luar negeri yang hadir dari: Perancis, Tiongkok, Amerika dan Argentina.
Semua peserta datang dengan semangat kebersamaan, rasa persaudaraan, dan tanpa keluh rela mengeluarkan biaya sendiri tanpa fasilitas apa pun dari panitia penyelenggara. Hal ini semata-mata karena tingginya kesadaran mereka untuk menjalin silaturahmi, berinteraksi, dan berolah tubuh bersama demi satu nafas yang disebut ‘peradaban’. World Dance Day 24 Jam Menari kali ini mengusung tema Menguak Peradaban. Tema ini menunjukkan kesungguhan seluruh insan tari dari pelosok negeri dalam membangun citra bangsa, menyatu dalam keberagaman, menjadi bangsa yang santun, beradab, mulia, dan bermartabat. Perhelatan 24 Jam Menari ini melibatkan pendukung acara, baik institusi, panitia, penampil, penonton, dan kritikus tari yang jumlahnya mencapai 3.000 orang lebih.
Sebagai penutup rangkaian 24 jam menari akan disodorkan sebuah pemikiran kebudayaan oleh Garin Nugroho dalam orasi budayanya tgl 30 April jam 6 pagi