3rd ASEAN Music and Dance Forum di Bangkok

isi-surakarta-3rd ASEAN Forum Bangkok-1

Pada Tanggal 16 sd 18 Juni, 2015 Prof. Dr. Santosa, M.Mus, MA, Ph.D (dosen jurusan etnomusikologi dan pascasarjana ISI Surakarta) telah mengikuti ASEAN Music and Dance Forum ke tiga yang diselenggarakan oleh Asosiasi Guru Musik dan Tari Thailand bekerja sama dengan Bagian Promosi Budaya, Kementerian Kebudayaan Thailand. Acara ini berisi tentang workshop tari dan musik dari utusan 10 negara-negara ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Cambodia, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Philippines, Singapore, Thailand, dan Vietnam. Workshop diselenggarakan selama dua hari yaitu tanggal 16 dan 17 Juni 2015 bertempat di Aula gedung Thailand Cultural Center (TCC), Bangkok dan diikuti oleh 150 guru tari dan 100 guru musik dari seluruh wilayah Thailand.

Masing-masing delegasi memberikan pembelajaran teori dan praktek musik dan tari kepada guru-guru musik dan tari dengan menekankan pada kekhususan pada musik dan tari masing-masing. Dari Indonesia memperkenalkan gamelan dengan gendhing Gugur Gunung, laras pelog pathet barang dan tari Jatayu oleh Saptomo (UNY). Pada hari berikutnya diadakan presentasi tentang kehidupan dan interaksi musik dan tari di masing-masing negara dengan pertanyaan dari para guru dan jawaban dari delegasi ASEAN tersebut.

Setelah acara workshop dan presentasi makalah selesai, hari berikutnya (tanggal 19 Juni, 2015) dilanjutkan dengan rangkaian pertunjukan dalam rangka peringatan ulang tahun ke 60 (lahir 2 April, 1955) Princess Maha Chakri Sirindhorn, putri ketiga raja Thailand Bhumingbol Adulyadej (juga disebut King Rama IX, bertahta sejak tahun 1946). Acara dimulai dengan pertunjukan musik phi’phat dari sekolah musik, dilanjutkan dengan konser guru-guru senior (empu phi’pat), dan pertunjukan pemusik dari kerajaan Thailand. Yang menarik perhatian para penonton adalah Princess Maha Chakri Sirindhorn bernyanyi solo diiringi dengan perangkat musik Thailand phi’phat yang dimainkan oleh para alumni jurusan musik universitas Chulalungkorn. Di akhir pertunjukan tersebut diadakan wawancara oleh MC dengan Princess MC Sirindhorn tentang proses belajar dan pengalaman bermusik anak raja Thailand tersebut.

Mengakhiri seluruh acara tersebut adalah pertunjukan musik berjudul “Som Tum” (salad papaya hijau) oleh para musisi delegasi negara ASEAN tersebut. Komposisi disusun Bai Mai, seorang komponis lulusan universitas Chulalungkorn. Sedangkan lagu “Som Tum” disusun oleh Princess Maha Chakri Sirindhorn. Aransemen disusun berdasarkan atas musik gambus dengan nuansa-nuansa musik dari negara-negara ASEAN tersebut. Untuk mendapatkan kesan masing-masing musik digunakan instrumen-instrumen musik dari wilayah ASEAN. Musik ini juga disertai dengan tari. (news by Prof. Santosa 23/6/15)

isi-surakarta-3rd ASEAN Forum Bangkok-1

Prof. Dr. Santosa, M.Mus, MA, Ph.D sedang memberikan pelajaran gamelan di 3rd ASEAN Forum, Bangkok

(Foto: Panitia ASEAN Forum)

isi-surakarta-3rd ASEAN Forum Bangkok-2

Pementasan lagu “Som Tum” susunan Princess Mahacakri Sirindorn oleh musisi negara ASEAN,

diaransemen oleh Bai Mai (Foto: Panitia ASEAN Forum)