Balabala untuk ISI Surakarta

isi-surakarta-pentas-balabala-1

Koreografer sekaligus dosen Jurusan Tari Institut Seni Indonesia Surakarta, Eko Supriyanto, membayar lunas janjinya untuk mementaskan karyanya yang sudah melanglang dunia, Balabala, Senin (20/8) malam kemarin. Acara yang digelar di Gedung Teater Besar “Gendhon Humardani” ISI Surakarta tersebut juga serangkai dengan launching buku pertama Eko Supriyanto “Ikat Kait Impulsif Sarira” yang merupakan hasil riset disertasi doktoralnya di UGM Yogyakarta.
Dalam sambutan pembukaan acara, Rektor ISI Surakarta, Dr Guntur M.Hum mengapresiasi secara khusus sejumlah pencapaian karya dan pemikiran akademik Eko Supriyanto sejauh ini. Bagaimana pun, pencapaian ini menjadi potensi yang bersinergi dengan kepentingan dan visi-misi Insitut Seni Indonesia Surakarta.
Setelah penyerahan buku kemudian dilanjutkan dengan pementasan Balabala. Dalam Balabala Eko Supriyanto dan lima penari membongkar irama dan bentuk tari Baronggeng, tarian perang Cakalele dan Soya-soya yang biasanya dilakukan oleh laki-laki. Hierarki dalam budaya dan kesenjangan peran lelaki-perempuan, ditulis ulang dengan tarian yang kuat dan bernuansa oleh perempuan-perempuan muda.
Didasarkan pada sembilan aliran filosofi pencak silat dan peran perempuan di Indonesia, Balabala adalah suara baru yang kuat untuk Indonesia Timur di tari kontemporer karya Eko Supriyanto. Karya tari ini telah tampil di beberapa negara di Asia, Australia dan Eropa dari tahun 2016, dan akan berlanjut untuk World Tour di tahun 2017 ini dan sepanjang 2018.
Usai pementasan, acara dilanjutkan dengan diskusi tari Balabala dengan narasumber Eko Supriyanto dan moderator Suroto “Pincuk”. Acara berlangsung meriah sampai usai. [humasisiska]

isi-surakarta-pentas-balabala-2 isi-surakarta-pentas-balabala-4 isi-surakarta-pentas-balabala-6

isi-surakarta-pentas-balabala-7 isi-surakarta-pentas-balabala-3

isi-surakarta-pentas-balabala-5