Focus Group Discussion Pusat Studi Wayang “Konsorsium Seni Untuk Keindonesiaan”

isi-surakarta-Focus-Group-Discussion -Pusat-Studi-Wayang-Konsorsium-Seni-Untuk-Keindonesiaan-1

Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) “Pusat Studi Wayang “Konsorsium Seni Untuk Keindonesiaan” pada hari Jum’at, 20 Oktober 2017 di Ruang Seminar ISI Surakarta dengan pembicara Dr. Bambang Sunarto, S.Sen., M.Sn. dan Dr. Suyanto, S. Kar., M. A. Kegiatan FGD tersebut dibuka oleh Rektor, Dr. Drs. Guntur., M. Hum.

Konsorsium Seni untuk Keindonesiaan adalah gabungan dari 5 (lima) perguruan tinggi seni yang memiliki kesatuan tekat bersama untuk merajut dan menguatkan keindonesiaan melalui seni. Konsorsium ini terdiri dari ISI Surakarta, ISI Yogyakarta, ISBI Bandung, ISI Padangpanjang, dan ISI Denpasar. Cita-cita utama konsorsium ini adalah mewujudkan Pusat Studi Wayang menjadi Pusat Unggulan Iptek di Perguruan Tinggi (PUI-PT). Studi Wayang dipilih karena sifatnya yang spesifik, sesuai dengan karakter dan tuntutan PUI untuk menghasilkan tingkat kesiapan ilmu pengetahuan dan produk.

Arah studi ISI Surakarta adalah penggalian, pengembangan dan inovasi seni tradisi Nusantara gaya Surakarta.Hal ini sesuai dengan keberadaannya di tengah-tengah tradisi budaya Surakarta sebagai penopangnya. ISI Yogyakarta mengarah pada penggalian, pengembangan dan inovasi seni tradisi Nusantara gaya Yogyakarta, sesuai dengan tradisi budaya Yogyakarta. ISBI Bandung menekankan pada penggalian, pengembangan dan inovasi seni tradisi budaya Sunda, karena keberadaannya yang ditopang oleh tradisi budaya Sunda. ISI Padangpanjang mengarahkan sasarannya pada penggalian, pengembangan dan inovasi seni tradisi Minangkabau karena eksistensinya yang ada di tengah-tengah kebudayaan Minangkabau sebagai penopangnya. Demikian pulaarah studi ISI Denpasar yang mengarah pada penggalian, pengembangan dan inovasi seni tradisi budaya Bali.

Wayang mengandung nilai-nilai universal, yang dapat diekspresikan untuk membangun keindonesiaan secara lentur dan luwes. Berdasarkan latar belakang di atas, maka perlu dibentuk Pusat Studi Wayang yang diharapkan dapat menghasilkan unggulan berbasis wayang. Unggulan itu dapat saja berupa produk-produk inovatif berbasis wayang atau temuan-temuan sain humaniora di bidang wayang.Hal itu membutuhkan pemikiran mendasar dan pendapat-pendapat dari para ahli untuk ditindaklanjuti secara berkelanjutan. Oleh karena itu,perlu diadakan FGD dengan mengundang berbagai keahlian di bidang ilmu humaniora, teknologi, maupun praktisi wayang itu sendiri.

Maksud dan tujuan dari penyelenggaraan FGD adalah untuk Menggali ide-ide penelitian sosial humaniora di bidang wayang yang dapat disumbangkan untuk memantabkan keindonesiaan., Menggali ide-ide inovasi penggarapan wayang untuk menghasilkan format ekspresi artistik pergelaran wayang yang dapat menarik minat anak-anak muda untuk bangga pada budaya bangsa sendiri, Menggali ide-ide inovasi di bidang wayang untuk menghasilkan produk-produk yang dapat memerankan wayang dalam pendidikan nilai-nilai keindonesiaan, Menggali ide-ide inovasi di bidang wayang untuk menghasilkan produk-produk yang dapat memerankan wayang berkontribusi sebagai driven aconomy, dan Merumuskan konsep kelembagaan Pusat Studi Wayang – Konsorsium Seni Untuk Keindonesiaan.

“Inisiasi terhadap pusat kajian wayang ini merupakan bagian dari bagaimana posisi ISI Surakarta kedepan. Bahwa pentingnya ISI Surakarta menjadi artistic research university yang itu didasarkan pada kreativitas dan inovasi seni. Oleh karena itu diperlukan inovasi”, Sambutan Rektor ISI Surakarta, Dr. Drs. Guntur., M. Hum.

Kegiatan FGD berbentuk seminar sehari dengan peserta terdiri dari berbagai expert di bidang sosial-humaniora, teknologi, praktisi wayang dan seluruh mitra kerja dalam konsorsium Seni Untuk Keindonesiaan.

isi-surakarta-Focus-Group-Discussion -Pusat-Studi-Wayang-Konsorsium-Seni-Untuk-Keindonesiaan-2

isi-surakarta-Focus-Group-Discussion -Pusat-Studi-Wayang-Konsorsium-Seni-Untuk-Keindonesiaan-3

Focus Group Discussion Pusat Studi Wayang “Konsorsium Seni Untuk Keindonesiaan” di Ruang Seminar ISI Surakarta.

isi-surakarta-Focus-Group-Discussion -Pusat-Studi-Wayang-Konsorsium-Seni-Untuk-Keindonesiaan-4

Pembicara kegiatan FGD oleh Dr. Suyanto, S. Kar., M. A. (Dosen Prodi Seni Pedalangan ISI Surakarta) dan Dr. Bambang Sunarto, S.Sen., M.Sn (Dosen Prodi Etnomusikologi ISI Surakarta) dimoderatori Aris Setiawan, S.Sn., M.Sn (Dosen Prodi Etnomusikologi ISI Surakarta).