Hari Wayang Dunia III “Wayang dan Penguatan Kebhinnekaan Bangsa” di ISI Surakarta

isi-surakarta-Hari-Wayang-Dunia-III -Wayang-dan-Penguatan-Kebhinnekaan-Bangsa-di-ISI-Surakarta-2

Wayang sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO karena itu, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta memperingati Hari Wayang Dunia III pada tanggal 7-9 Nopember 2017 di ISI Surakarta. Pembukaan Hari Wayang Dunia III tersebut dibuka pada hari Selasa, 7 Nopember 2017 di Pendapa Ageng GPH Joyokusumo oleh Irjen Kemenristekdikti yakni Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. Tema HWD III kali ini adalah “Wayang dan Penguatan Kebhinnekaan Bangsa”.

Seiring perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih pada era sekarang ini, salah satu pilar bangsa telah mengalami kerapuhan. Fenomena yang muncul dapat diamati pada merebaknya perseteruan antar¬individu ataupun golongan yang sepertinya telah menanggalkan konsep bhinneka tunggal ika. Isu SARA kembali merebak mewarnai dinamika kehidupan ideologi, politik, ekonomi, sosial, hukum, dan budaya yang dapat menjerumuskan bangsa menuju pada jurang kehancuran. Adu kekuatan fisik, kemampuan logika, argumentasi liar, perilaku destruktif, dan egosentris terus menerus hadir membahana pada kontestasi pencitraan di ruang publik. Ini artinya, bahwa persatuan bangsa terancam, eksistensi bernegara menjadi goyang.

Untuk kembali pada fitrah kebhinnekaan yang menyatu perlu pem¬bangunan jiwa Bangsa Indonesia. Ternyata wayang memberikan ruang terbuka untuk instrospeksi dan refleksi menuju pada konsep bhinneka tunggal ika. Wayang sebagai acuan moralitas, wayang sebagai cermin kehidupan, dan wayang juga mampu sebagai penguat kebhinnekaan bangsa menuju per¬satuan. Gambaran kosep perbedaan dan persatuan dapat direpresentasikan melalui pergelaran wayang. Di sinilah pentingnya penyelenggaraan Hari Wayang Dunia III tahun 2017 sebagai respons atas rapuhnya rasa persatuan dalam perbedaan.

Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah Mangayubagya ditetapkannya wayang Indonesia sebagai warisan budaya yang telah diakui oleh dunia, Memberikan apresiasi kepada masyarakat tentang berbagai ragam seni pertunjukan dan seni rupa wayang yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, Memberikan kesadaran kepada masyarakat terutama generasi muda tentang pentingnya nilai-nilai kehidupan yang tersirat dalam seni pewayangan, Memberikan solusi alternatif bagi upaya pembangunan ketahanan bangsa yang dapat memperkuat jatidiri bangsa menuju negara yang adil makmur dan sejahtera, Menumbuhkan pemikiran kritis para dalang, budayawan, dan pemerhati wayang terhadap genre wayang Indonesia; dan Melestarikan dan mengembangkan seni pertunjukan wayang sebagai aset budaya bangsa Indonesia dan dunia sesuai dengan keputusan UNESCO.

Kegiatan Hari Wayang Dunia III tahun 2017 mengangkat tema “Wayang dan Penguatan Kebhinnekaan Bangsa.” Beberapa bentuk kegiatan yang akan diselenggarakan pada Hari Wayang Dunia III, yaitu; Lomba Melukis dan Mewarnai Wayang, dimaksudkan untuk mengenalkan tokoh-tokoh wayang kepada generasi muda. Peserta terdiri dari anak-anak usia TK s.d. SD dari berbagai sekolah, Pameran Wayang, akan mempertemukan para kreator, kolektor, dan perajin berbagai macam wayang dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta dapat memamerkan berbagai koleksinya: wayang kulit, wayang bèbèr, wayang golèk, wayang klithik, wayang kaca, wayang kertas, wayang plastik, wayang rumput, batik wayang, dan sebagainya, Demonstrasi Tatah-Sungging Wayang, dimaksudkan untuk memberikan pengalaman tentang cara membuat wayang. Para demonstranterdiri dari para kreator, penatah, dan penyungging wayang yang memiliki reputasi tinggi, dan Pergelaran Wayang, dimaksudkan untuk memperkenalkan berbagai jenis dan gaya pertunjukan wayang kepada masyarakat pemerhati wayang.

isi-surakarta-Hari-Wayang-Dunia-III -Wayang-dan-Penguatan-Kebhinnekaan-Bangsa-di-ISI-Surakarta-3Pembukaan Hari Wayang Dunia III dibuka oleh Irjen Kemenristekdikti yakni Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum bersama Rektor ISI Surakarta Dr. Drs. Guntur, M. Hum.