Himafo ISI Surakarta Gelar Solo Photography Festival

isi-surakarta-solo-photography-festival-himpunan-mahasiswa-fotografi-himafo-1

Untuk mewadahi kreatifitas para remaja dan merespon perkembangan budaya visual fotografi saat ini, Himafo (Himpunan Mahasiswa Fotografi) ISI Surakarta menggelar Solo Photography Festival #3 pada tanggal 7-9 November 2016, di Muara Market Surakarta. Acara Solo Photography Festival (SPF#3) tahun 2016 ini mengambil tema “URBAN CULTURE”.

Kegiatan ini diikuti sedikitnya 300 mahasiswa yang berasal dari Perguruang Tinggi di Indonesia, Club Fotografi, serta perwakilan dari siswa SLTA di Surakarta. Hingga saat ini, delegasi dari Kampus yang sudah menyatakan kehadirannya yaitu; ISI Padang Panjang, ISI Denpasar, Universitas Trisakti, ISI Yogya, ISI Denpasar, Universitas Pasundan, Polimedia Kreatif, UNS, UMS, Universitas Sahid. Selain itu, SPF#3 kali ini akan diikuti pula oleh sejumlah fotografer professional dari luar negeri seperti; dari  South Africa yaitu Antonia Steyn,  Siphiwe Nkosi, Bronwyn Pretorius dan Nashad Soeker. Sedangkan fotografer dari luar negeri lainnya yaitu; Sandim Mendes dari Belanda, dan Nina Alexia Brazzo dari Inggris.

Para delegasi tersebut akan berkumpul dan memamerkan karya mereka yang akan dibuka pada tanggal 7 November 2016 di Muara Market, pukul 19.00 WIB. Sebanyak 50 karya foto yang dinyatakan lolos kurasi dari 170 karya yang diterima panitia dari berbagai delegasi, akan dipamerkan. Selain pameran, akan digelar serangkaian acara kreatif sharing bagi delegasi dan komunitas fotografi, dan workshop “Interactive Composition” oleh Nina Alexis Brazzo dari English Sicilia, workshop “Gum Bichromte” dari Komunitas Old Print Yogyakarta, dan Seminar “Smartphone Photography” oleh komunitas 1000 kata, Jakarta. Sebagai ajang kreatifitas bagi pelajar, akan dilaksanakan lomba Foto Model dengan memperebutkan tropi Wali Kota Surakarta, dan hadiah uang tunai. Tak ketinggalan pula akan hadir hiburan yang menampilkan kreatifitas remaja seperti modern dance, traditional dance, perkusi, live graffity, performing DJ Bram, DJ Bass dan live skateboarding.

Menurut Ketua Program Studi Fotografi FSRD ISI Surakara, Andry Prasetyo, “Urban Culture merupakan fenomena perbaruan dalam aspek-aspek budaya yang menjangkit masyarakat di perkotaan saat ini, dengan berbagai penyesuaian yang dilakukan. Kehadiran media sosial semakin memperlancar aksi perubahan, informasi menjadi sangat mudah untuk didapatkan, mulai dari gaya hidup, cara berpakaian dan berbagai hal lainnya. Budaya-budaya pun menjadi sangat bervariasi dan muncul budaya-budaya baru yang berkembang, khususnya di daerah perkotaan yang menjadi trendsetter. Perkembangan budaya urban tersebut menjadi hal yang menarik untuk dibahas melalui medium fotografi”.