ISI Surakarta dan Balai Soedjatmoko Gelar Diskusi Buku dan Pemutaran Film

isi-surakarta-dan-Balai-Soedjatmoko-Gelar-Diskusi-Buku-dan-Pemutaran-Film-1

Program Studi Televisi dan Film Institut Seni Indonesia Surakarta bekerja sama dengan Bentara Budaya Balai Soedjatmoko Solo akan menggelar diskusi Buku Tan Tjeng Bok dan Pemutaran Film Drakula Mantu. Diskusi buku menghadirkan Fandy Hutari dan Deddy Otara sebagai penulis Tan Tjeng Bok, di Balai Soedjatmoko Solo, Jumat (20/9) mulai pukul 18.30 WIB.
Sejarah Film di Indonesia sudah hadir sejak awal abad 20 dengan nama pertunjukan Gambar Idoep. Telah banyak film dipertunjukkan bahkan dibuat sejak era kolonial, Jepang dan masa kemerdekaan hingga saat ini. Dalam perjalanan panjang tersebut ternyata masih banyak serakan sejarah yang belum terkumpul, sehingga informasi tentang perjalanan perfilman di Indonesia belum lengkap dan menjadi ladang yang menarik untuk diteliti.
Sangat menarik usaha yang dilakukan oleh kedua penulis, karena tulisan mereka disusun berdasar amatan dan cermatan dari artefak-artefak tinggalan mendiang. Meneliti artefak menjadi sesuatu yang unik, karena ditengah minimnya informasi tentang sejarah film di Indonesia sementara para tokoh perfilman satu persatu telah berpulang, artefak film menjadi media yang menarik ditelisik untuk menemukan fakta-fakta yang terserak. Disinilah sinergi antara Fandy Hutari sebagai sejarawan dengan Deddy Otara sebagai kolektor artefak perfilman menjadi menarik.
Diskusi buku Tan Tjeng Bok ini diharapkan memberi pengayaan bagi kita, tidak hanya mengenal kisah tentang Sang Maestro, namun juga memberi wawasan mengenai proses penulisan sejarah melalui artefak perfilman. Sebagai penutup acara, aka nada pemutaran Film Drakula Mantu, karya sutradara Nja Abas Akup dimana film tersebut adalah film terakhir mendiang maestro Tan Tjeng Bok.
Direncanakan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, atas nama Rektor ISI Surakarta akan menghadiri dan membuka kegiatan diskusi buku dan pemutaran film tersebut.[humasisiska]