ISI Surakarta Gelar “Nyantrik Cak Kirun”

isi-surakarta-ketoprak-mahasiswa-prodi-teater-1

Program Studi Teater ISI Surakarta menyelenggarakan Pergelaran Teater Tradisi dengan tag lineNyantrik Cak Kirun”. Pergelaran berlangsung pada tanggal 30-31 Oktober 2016 di Lapangan Rektorat ISI Surakarta. Acara diisi dengan pertunjukan ketoprak pada hari Minggu, 30 Oktober 2016 pukul 19.30 WIB dengan judul Sekartaji Bakul Jamu oleh mahasiswa Program Studi Teater ISI Surakarta, dan pada hari Senin, 31 Oktober 2016 pukul 19.30 WIB digelar pertunjukan ludruk dengan judul Sarip Tambak Oso oleh PADSKI (Padepokan Seni Kirun) dari Madiun. Pertunjukan ludruk dimeriahkan dengan penampilan bintang tamu Cak Kirun, Ki Manteb Sudarsono, Marwoto, Yati Pesek, Cak Tawar, dan Cak Edi Karya.

Eksistensi seni pertunjukan tradisional selalu saja dihadapkan dengan realitas global yang mengedepankan jargon kreatifitas, pasar, dan kalangan muda, adapun kesenian tradisi diposisikan berseberangan dengan jargon tersebut. Oleh karenanya kesenian tradisi cenderung ditinggalkan oleh kalangan muda, karena selera pasar yang mainstream jauh lebih menarik bagi mereka. Menghadapi persoalan terebut harus ada pola yang berbeda untuk menumbuhkan kesadaran kalangan muda terhadap kesenian tradisi, karena pola yang ada saat ini belum mampu sepenuhnya menumbuhkan kesadaran tersebut.

Oleh karena itulah, Program Studi Teater ISI Surakarta sebagai institusi pendidikan seni bertanggung jawab baik secara akademik maupun sosio-kultural untuk memperkuat eksistensi kesenian tradisional. Secara akademis hal tersebut terumuskan dalam kurikulum pembelajaran, selain itu juga pada karya-karya pertunjukan teater  dari mahasiswa ataupun dosen yang selalu berbasis pada kesenian tradisi. Tanggung jawab secara sosio-kultural ditunjukkan dengan melibatkan diri dalam kerja-kerja kreatif di masyarakat, serta merangkul beberapa maestro atau empu seni teater tradisi untuk terlibat dalam proses pembelajaran.   Pembelajaran dengan melibatkan secara langsung dalam proses kreatif kesenimanan kepada seorang maestro atau empu dalam dunia kesenian disebut sebagai nyantrik. Metode nyantrik telah terbukti melahirkan berbagai seniman ternama di Indonesia.

Nyantrik Cak Kirun yang kemudian menjadi tag line pergelaran ini telah dimulai sejak tahun 2015. Diawali dengan proses workshop dan PKL (Praktek Kerja Lapangan) pada PADSKI. Untuk memperkuat proses Nyantrik tersebut, sejak bulan Pebruari 2016, Program Studi Teater mengangkat Cak Kirun sebagai Dosen Tidak Tetap (DTT) untuk memberikan perkuliahan secara terprogram setiap semesternya. Pergelaran pada tanggal 30 Oktober oleh Mahasiswa Program Studi Teater merupakan salah satu hasil nyantrik dengan membawakan lakon berjudul Sekartaji Bakul Jamu. Pergelaran “Nyantrik Cak Kirun” ini memuat unsur-unsur pelestarian tradisi, karena melalui nyantrik terjadi proses transformasi pengetahuan (transformation of knowladge) dan transformasi nilai. Transformasi pengetahuan dilakukan oleh seorang  seorang empu yakni H.M. Syakirun atau yang akrab disapa Cak Kirun kepada mahasiswa Prodi Teater ISI Surakarta. Dalam skala yang lebih luas, transformasi pengetahuan ini juga disampaikan kepada masyarakat umum (penonton) yang menyaksikan pergelaran ini.

Isa Ansari, M.Hum selaku Kaprodi Teater ISI Surakarta mengatakan, “Ketokohan Cak Kirun dapat menjadi magnet hadirnya penonton dari berbagai daerah yang ada di Surakarta. Di samping itu kehadiran para bintang tamu seperti Marwoto Kawer, Yati Pesek, Ki Manteb, Cak Tawar, dan Cak Edi Karya, semakin memperkuat pergelaran tersebut menjadi magnet bagi kehadiran penonton, sehingga pergelaran ini menjadi jalan yang strategis untuk membangun rasa senang, kepedulian, dan akhirnya terlibat dalam seni pertunjukan tradisi”.

isi-surakarta-penandatangan-poster-oleh-cakkirun-gelar-nyantrik-cakkirun

Penandatangan poster oleh Cak Kirun dan didampingi Kaprodi Teater ISI Surakarta.

isi-surakarta-pembuka-acara-nyantrik-cakkirun-dengan-tarian-gambyong-oleh-mahasiswa-proditari-fakultas-seni-pertunjukan

Pembuka acara Nyantrik Cak Kirun dengan Tari Gambyong oleh Mahasiswa Prodi Seni Tari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta.

foto-bersama-dengan-rektor-isi-surakarta-kaprodi-teater-dan-pemain-ludruk-cak-kirun-2

Foto bersama dengan Rektor ISI Surakarta, Kaprodi Teater, dan Pemain Ludruk Cak Kirun.