Jamane Bisnis Kreatif

isi-surakarta-jamane-kreatif-bisnis-4

Gelaran Kumpul Kreavi, kolaborasi antara Program Studi Desain Komunikasi Visual ISI Surakarta, Program Studi Ilmu Komunikasi UNS, dan Kreavi menghadirkan sejumlah kreator di Gedung Balai Ekspresi Sungging Prabangkara Kampus Mojosongo ISI Surakarta, Selasa (5/11). Dalam sambutannya, Dekan FSRD ISI Surakarta Joko Budiwiyanto, S.Sn., M.A mengharapkan acara ini dapat memacu serta meningkatkan kompetensi generasi muda untuk bisa mengembangkan karya dan dapat menjadi bisnis di era digital ini.

Pada sesi pertama dibahas tuntas tentang cara mengembangkan karya menjadi ide bisnis di era digital oleh Imansyah Lubis (Production Manager BumiLangit), Aprilia Muktirina (Kreator Kreavi), Arief Noor (Co-Founder, Dagadu), dan Rio (Owner, RownDVSN). Pada sesi selanjutnya dengan bahasan Potensi Bisnis Kreatif dari Pebisnis, hadir Gibran Rakabuming (Owner Chilli Pari Catering dan Markobar), Anto Motulz dari Kreavi, Hari Prast (Kreator Karya adalah Doa), Aldo Rambie (Client Partner, Facebook Companies), yang duduk bareng dan sharing tentang seputar merancang karya dan potensi dikembangkan menjadi bisnis di industri kreatif.

Berbagai tips dan trik disampaikan oleh para pelaku industri kreatif ini, seperti yang disampaikan Gibran “Muda itu kekuatan. Karena lebih kreatif dan inovatif, yang lebih muda dari saya pasti punya kemampuan lebih baik, makanya saya mendorong Kaesang untuk lebih sukses dari saya,” katanya.

Disampaikan juga perusahaan perlu berkolaborasi agar bisa terus bertahan. Ekonomi kreatif itu perlu melibatkan anak muda, inovasi, teknologi, Ekonomi kreatif di era digital merupakan eranya kolaborasi sehingga sebuah perusahaan tak akan bisa survive jika tidak ada kolaborasi. [humasisiska]

isi-surakarta-jamane-kreatif-bisnis-1 isi-surakarta-jamane-kreatif-bisnis-2 isi-surakarta-jamane-kreatif-bisnis-3 isi-surakarta-jamane-kreatif-bisnis-5