Karya Institut Seni Indonesia Surakarta Sukseskan Tarian Kolosal pada Festival Morotai

98132EC4-15C3-44EC-B547-E17EC3C1A7D7

Sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara Institut Seni Indonesia Surakarta dengan Pemerintah Kabupaten Morotai, Tim dari Pusat Studi Pengembangan Kawasan dan Inovasi Seni ISI Surakarta mendampingi Pemerintah Kabupaten Morotai dalam penyelenggaraan Festival Morotai 2019.

Tim dari ISI Surakarta sudah melakukan latihan bersama segenap penari pendukung dari Morotai selama kurang lebih satu bulan terakhir. Demikian dikatakan Kepala Pusat Studi Pengembangan Kawasan dan Inovasi Seni ISI Surakarta, Dr Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A di lokasi Sail Morotai, Jumat (26/7/2019)

“Kami di sini mendampingi masyarakat, segenap pendukung festival Morotai 2019, berlatih bersama menyusun sebuah tarian kolosal yang berakar dari tari tradisional Morotai, dengan maksud mengangkat segenap potensi yang ada di Morotai,” demikian dikatakan Eko Pece –sapaan akrabnya. Ada sejumlah tarian seperti Cakalele, Soya-soya, Lalayon, Dana-dana dan Musik Bambu Tada sebagai fokus dan benang merahnya. Eko memilih Bambu Tada karena selain mempunyai keunikan tersendiri juga punya kekuatan tersendiri yang patut digali agar dapat diminati kembali oleh Masyarakat Pulau Morotai.

Tarian Kolosal yang akan dipentaskan pada Penutupan Festival Morotai 2019 pada Rabu (7/8) tersebut diberi judul Karya Musikal Tari Porimori Morotai yang artinya membungkus persatuan dan kesatuan seluruh elemen seni dan budaya yang ada di Pulau Morotai ini. Tari Porimori Morotai ini sebetulnya adalah mengingatkan kembali tentang bagaimana pentingnya Sejarah Pulau Morotai. [humasisiska]

830A6214-FD03-4061-AF33-490C7D6A6F8E 7A352557-D172-485B-8BCD-04F177BB1AC6 44586A81-62B3-44FC-8318-B52DC21C41B6 03F39FC0-B743-4A6F-8548-DE1DDFCAA7BF