Kemeriahan Pembukaan 24 Jam Menari ISI Surakarta 2019

7AE21BD9-62C6-4467-A0DF-753230D8FBCE

Tepat pukul 06.00 WIB, Senin (29/4), perayaan 24 Jam Menari ke-13 sebagai ekspresi peringatan Hari Tari Dunia tahun 2019 digelar di Kampus Institut Seni Indonesia Surakarta. Enam orang penari 24 jam, dua ratus kelompok tari dengan dukungan lebih dari 6000 penari, serta kepanitaan besar dari ISI Surakarta diabadikan puluhan media cetak dan elektronik, serta fotografer dan videografer dari berbagai kota. Ribuan orang tumpah di seluas halaman Gedung Rektorat Kampus Kentingan untuk menjadi saksi prosesi pembukaan 24 Jam Menari yang telah menjadi ikon, identitas, dan gaya para komunitas, seniman, pelaku seni, kritikus, dan penikmati seni tari di Kota Solo dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Rektor ISI Surakarta mengatakan bahwa 24 Jam Menari dalam rangka perayaan Hari Tari Dunia (HTD) telah menjadi milik dan mencerahkan serta menghidupkan masyarakat.

“HTD menjadi wahana merawat pluralisme dan kebhinekaan dalam kerangka NKRI berdasar Pancasila dan UUD 45. HTD memberi daya hidup kepada tari dan lembaga kesenian itu sendiri di satu sisi dan masyarakat luas di sisi lain. HTD adalah aset ilmu pengetahuan dan penciptaan seni, aset daerah, aset wilayah, aset semua pihak dengan harapan menjadi aset pemajuan budaya Indonesia,” tegasnya.

Dalam konteks seperti ini ISI Surakarta sebagai lembaga pendidikan, menurut REktor siap diberi peran lebih strategis lagi dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni untuk kejayaan budaya bangsa.

Hadir dalam pembukaan perayaan 24 Jam Menari dalam rangka peringatan Hari Tari Dunia 2019 ini antara lain Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Laksda TNI (Purn) Ir. Leonardi, M.Si, Sesdirjen Rehabilitasi Sosial Ibu Dr. Karya Eka Santi, MSW atas nama Menteri Sosial Republik Indonesia, Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Prof. Dr. Haryono, Wali Kota Surakarta (FX. Rudi Hadyatmo), Bupati Sumbawa Barat (Dr. Ir.H.W. Musyafirin, M.M.), serta sejumlah seniman, budayawan, akademisi dan perwakilan dari Kepolisian Republik Indonesia maupun Tentara Nasional Indonesia.[humasisiska]

7EBE9CF9-DEE8-4431-9F45-9C026D992F85

0F8B439C-9BF9-43F8-8662-30D6E4F02801

7992BBC0-C427-46E1-9353-3BD733B4BFB6

C964218D-7F17-4EB8-82EB-0FF6A648AD77

4C1D6EBB-64D4-48EB-9E13-37231B91FCB4

639C7F18-632E-45F5-B588-2DDFE46D3DE4

57DD3F95-2C82-40F9-82F2-89E57346034D

B5EECF55-045D-4F4D-8447-C0DCC042C1C7