Membangun Tanpa Meninggalkan Akar

isi-surakarta-festival-taliwang-Membangun-Tanpa-Meninggalkan-Akar-8

Festival Taliwang 2019 sebagai Puncak Peringatan Ulang Tahun ke-16 Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Sukses digelar, Rabu (20/11).
“Pesona Musikal Lumpur Taliwang” sebagai hasil kerja sama antara Pemerintah KSB dan Pusat Studi Kawasan dan Pengembangan Inovasi Seni Institut Seni Indonesia Surakarta adalah karya penciptaan seni pertunjukan dalam bentuk karya tari kolosal, sebagai narasi baru sebuah perspektif tentang bagaimana melihat keindahan potensi dan sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Sumbawa Barat. Keindahan alam yang dikolaborasikan dengan imajinasi potensi seni dan budaya lokal. Berangkat dari kesenian Sakeco, Tari Kolong dan Barinas, Barapan Kebo, dan musik adalah kekayaan budaya lokal yang menjadi sumber penciptaan karya.

Eksplorasi potensi dan khasanah kekayaan tradisional ini sejalan dengan apa yang menjadi inti dari sambutan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin, S.H., MM. “Agenda budaya yang menjadi tema utama ini menggambarkan ke depan masyarakat KSB akan terus membangun tanpa harus kehilangan dan meninggalkan akar budaya kita. Tema hari lahir yang kita usung tahun ini adalah “Bangkit, Bersinergi dan Berbudaya””. Demikian Bupati menegaskan.

Rektor ISI Surakarta, Dr. Guntur, M.Hum yang hadir langsung menyaksikan Festival Taliwang 2019 ini memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan KSB membangun sinergi dengan ISI Surakarta, yang pada dasarnya punya tugas dan tanggung jawab yang sama untuk terus mengawal dan membangkitkan ragam budaya dan kearifan nusantara. [humasisiska]

isi-surakarta-festival-taliwang-Membangun-Tanpa-Meninggalkan-Akar-1 isi-surakarta-festival-taliwang-Membangun-Tanpa-Meninggalkan-Akar-3 isi-surakarta-festival-taliwang-Membangun-Tanpa-Meninggalkan-Akar-5 isi-surakarta-festival-taliwang-Membangun-Tanpa-Meninggalkan-Akar-6 isi-surakarta-festival-taliwang-Membangun-Tanpa-Meninggalkan-Akar-7 isi-surakarta-festival-taliwang-Membangun-Tanpa-Meninggalkan-Akar-9