Pameran Seni Rupa ‘Meneroka Batas’, Festival Bebas Batas 2019

isi-surakarta-Pameran-Seni-Rupa-Meneroka-Batas-,-Festival-Bebas-Batas-2019-6
Pameran Seni Rupa ‘Meneroka Batas’, Festival Bebas Batas 2019 dibuka dengan sejumlah kegembiraan dan kemeriahan para pengisi acara, Minggu (10/11) di Pendapa GPH Joyokusumo ISI Surakarta Kampus Kentingan. Sejumlah seniman disabilitas, Wisik & Friends menunjukkan kepiawaiannya dalam bermusik dan bernyanyi, penampilan dari YPAC Percussion dan Difalitera hingga breakdance. Pameran akan berlangsung sampai Jumat (15/11), bersama sejumlah agenda: lokakarya melukis, membatik, gerabah dan seni grafis. Sementara, Senin (11/11) di Teater Kecil KRT Kusuma Kesawa digelar diskusi Seni dan Disabilitas.
Dalam sambutannya Rektor ISI Surakarta, Guntur, menyampaikan bahwa selama ini kampus ISI Surakarta memberi ruang bagi disabilitas, termasuk menerima mahasiswa dan tenaga pendidik yang seorang disabilitas. Selain juga sejumlah program dan pendampingan pertunjukan seni yang melibatkan disabilitas.
“Melalui karya-karya yang dipamerkan dalam Pameran Meneroka Batas kita dapat melihat bukan semata-mata pencapaian artistik saja tetapi juga menggambarkan semangat, keteguhan, kerja keras, dan yang paling penting adalah keberanian keluar dari batasan-batasan diri untuk menghasilkan karya terbaik.” Tandasnya. Kita dapat belajar banyak dengan melihat bagaimana daya hidup dan siasat yang dilakukan oleh para penyandang disabilitas dalam melampaui keterbatasan yang dimiliki. Pada ranah ekspresi seni, keterbatasan mereka justru melampaui batas-batas bernama konvensi dalam seni itu sendiri. Ekspresi mereka juga menjadi sebuah amunisi untuk menunjukkan bahwa mereka ada di tengah masyarakat yang masih melihat disabilitas sebagai bentuk ‘liyan’.
Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Restu Gunawan membuka pameran dengan memberikan apresiasi kepada seluruh pendukung yang terlibat dalam kegiatan ini, tidak banyak apresiasi dibidang seni yang terkait dengan disabilitas seperti layaknya di bidang olahraga misalnya. “Kegiatan ini tentang bagaimana kita semua bisa memberikan apresisi terhadap karya-karya teman teman kita yang disabilitas, kita lihat bersama bagaimana semangat mereka yang luarbiasa. [humasisiska]
isi-surakarta-Pameran-Seni-Rupa-Meneroka-Batas-,-Festival-Bebas-Batas-2019-1 isi-surakarta-Pameran-Seni-Rupa-Meneroka-Batas-,-Festival-Bebas-Batas-2019-2 isi-surakarta-Pameran-Seni-Rupa-Meneroka-Batas-,-Festival-Bebas-Batas-2019-3 isi-surakarta-Pameran-Seni-Rupa-Meneroka-Batas-,-Festival-Bebas-Batas-2019-4 isi-surakarta-Pameran-Seni-Rupa-Meneroka-Batas-,-Festival-Bebas-Batas-2019-5 isi-surakarta-Pameran-Seni-Rupa-Meneroka-Batas-,-Festival-Bebas-Batas-2019-7 isi-surakarta-Pameran-Seni-Rupa-Meneroka-Batas-,-Festival-Bebas-Batas-2019-8 isi-surakarta-Pameran-Seni-Rupa-Meneroka-Batas-,-Festival-Bebas-Batas-2019-9