Pertunjukan Wayang Togalu Gombe Aata dari India

isi-surakarta-Tradisional Shadow Puppet-7

ISI Surakarta bekerja sama dengan Kedutaan India (Emmbassy of India) menyelenggarakan pertunjukan Wayang “Togalu Gombe Aata” yang telah disajikan pada hari Rabu, 27 Mei 2015 pukul 19.30 WIB di Pendapa ISI Surakarta. Kali ini pertunjukkan Wayang “Togalu Gombe Aata” menceritakan tentang Penculikan Sita (Sitaaparharana) Panchavati.

Togalu Gombe Aata adalah pertunjukan wayang yang unik untuk negara bagian Karnataka, India. Togalu Gombe Aata diterjemahkan menjadi bermain boneka kulit dalam bahasa asli Kannada. Sebuah teater tradisional yang unik dari India Selatan adalah Shadow Puppet Show yang dalam dialek lokal Kannada dikenal sebagai “Togalu Gombe Aata.” Namun, itu bukan tiga dimensi kulit-wayang yang membuat penampilan mereka di atas panggung, tapi angka berwarna-warni yang ditandai pada lembaran kulit dibuat transparan dalam tradisional digunakan teknik pembuatan kuno warna alami yang diambil dari tanaman atau batu. Lembaran kulit dipotong sesuai bentuk dan ukuran angka mitologis ditarik pada mereka dan dipasang pada bambu atau Palm-daun-tengah rusuk atau tongkat untuk dukungan.

Dalang duduk di belakang tirai dan memanipulasi angka-angka dalam sedemikian rupa sehingga cahaya yang dipasang di sisi lain gips bayangan angka pada tirai dan tokoh-tokoh berwarna muncul seperti aktor berpakaian di layar. Seni bisa ditelusuri kembali ke ribuan tahun yang lalu, dan itu luar biasa bahwa hal itu tetap sebagai tradisi yang hidup di banyak negara bagian India selatan. Negara bagian Kerala di ujung selatan dan Orissa berbatasan dengan India Utara menunjukkan wayang yang populer di semenanjung selatan India secara keseluruhan. Selain bentuk teater lainnya seperti drama dan Yakshagana (Bayalata-Field-drama) menunjukkan wayang sangat populer di kalangan orang-orang. Ini tentunya harus mengakui bahwa akhir-akhir dengan persaingan yang ketat datang dari media hiburan modern seperti bioskop dan bentuk-bentuk teater rakyat televisi seperti memainkan wayang sedang semakin diabaikan. (news by Anggun 28/05/15)

isi-surakarta-Tradisional Shadow Puppet-1

Sambutan oleh Prof.Dr.Sri Rochana W., S.Kar., M.Hum selaku Rektor ISI Surakarta.

(Foto: Esha)

isi-surakarta-Tradisional Shadow Puppet-2

Perwakilan dari Kedutaan India. (Foto: Esha)

isi-surakarta-Tradisional Shadow Puppet-3

Pertunjukan Wayang Togalu Gombe Aata dari India di ISI Surakarta.

(Foto: Esha)

isi-surakarta-Tradisional Shadow Puppet-4

Pertunjukan Wayang Togalu Gombe Aata dari India di ISI Surakarta.

(Foto: Esha)

isi-surakarta-Tradisional Shadow Puppet-5

Cara memainkan Wayang Togalu Gombe Aata dari India. (Foto: Esha)

isi-surakarta-Tradisional Shadow Puppet-6

Foto bersama dengan Pembantu Dekan I FSP, Mahasiswa ISI Surakarta,

dan pemain Traditional Shadow Puppet Theatre. (Foto: Esha)

isi-surakarta-Tradisional Shadow Puppet-7

Pemberian cinderamata oleh Pembantu Dekan I

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Surakarta. (Foto: Esha)