Presentasi koreografi tari “TUBUH RITUS TUBUH” Karya Anggono Kusuma Wibowo

isi-surakarta-Presentasi-koreografi-tari- TUBUH-RITUS- TUBUH-Karya- Anggono-Kusuma- Wibowo-2

Pada hari Sabtu, 11 Agustus 2018 Jam 19.00 WIB di Halaman Rumah Dinas Gubernur Riau jl. Diponegoro Pekanbaru, karya: Anggono Kusuma Wibowo mempresentasikan koreografi tari “TUBUH RITUS TUBUH” dengan penari : Anggono, Sekar Tri Kusuma dan Adif Marhaendra, dan Artistik: Supriyadi

Karya ini berangkat dari eksplorasi ceklekan (ragam gerak tari Jawa) dan fokus pada eksplorasi gerak ceklekan. Pengkarya membentuk ruang ekspresi baru dan fleksibilitas tubuh penari dari imajinasinya. Daya imajinasi pengkarya terpacu setelah ia membaca, mengamati, dan memahami detail bentuk. Terutama pada pose tari yang terdapat dalam panel relief candi.
Ruang dan waktu menjadi elemen penting dalam dunia seni tari. Perpaduan keduanya berpaut dengan tubuh (penari) sebagai medium utama pertunjukan. Meski demikian, untuk menciptakan kualitas olah tubuh serta kemampuannya menjabarkan bahasa visual ke dalam bentuk puisi gerak bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan latihan panjang dan kerja keras agar menghasilkan kualitas tari yang artistik dan estetik.
Tubuh sebagai realitas panggung adalah sebuah refleksi virtual yang dikejar setiap koreografer. Tubuh dalam koreografi tidak sesederhana kenyataannya. Tubuh menjadi konotator bagi penari.
Tubuh dalam tari bisa menjadi medan identitas yang kompleks, sehingga penari harus melucuti tubuhnya dari segala atribut identitas sosial, kultural maupun politis, dan kembali pada impuls-impuls yang primitif, yang universal. Tubuh bergerak di dalam ruang dan waktu tertentu, direpresentasikan dan dibaca secara kritis.[humasisiska]

isi-surakarta-Presentasi-koreografi-tari- TUBUH-RITUS- TUBUH-Karya- Anggono-Kusuma- Wibowo-1 isi-surakarta-Presentasi-koreografi-tari- TUBUH-RITUS- TUBUH-Karya- Anggono-Kusuma- Wibowo-3