Ruwatan Sukerta oleh H. Ki Manteb Sudarsono

isi-surakarta-Ruwatan-Sukerta- oleh-H-Ki-Manteb- Sudarsono-4

Rangkaian acara Hari Wayang Dunia Tahun 2018 dimulai hari ini, Selasa (6/11) dengan pergelaran wayang sebagai prosesi ruwatan sukerta di Pendhapa GPH Joyokusumo. Pergelaran ruwatan ini dilakukan oleh dalang senior sekaligus Empu Paripurna Bidang Pedalangan ISI Surakarta, H Ki Manteb Sudarsono yang dimulai pukul 13.00 dan berakhir pukul 17.00 WIB.

Sebanyak 92 orang yang terdiri dari berbagai latar belakang menjadi peserta ruwatan sukerta ini. Mereka ini adalah anak ontang-anting (anak tunggal), pancuran kapit sendang (tiga anak, laki-laki ditengah), sedangkan sedang kapit pancuran (tiga anak, perempuan di tengah), uger-uger lawing (dua anak laki-laki), kembang sepasang (dua anak perempuan), kedhana-kedhini (dua anak laki-laki dan perempuan), pandhawa (lima anak, laki-laki semua), mancala putri (lima anak, perempuan semua), anak kembar, julung wangi (lahir saat matahari terbit), julung pujud (lahir saat matahari terbenam), julung sungsang (lahir tengah hari), tiba sampir (lahir berkalung plasenta). Hal yang menarik dalam pergelaran hari wayang dunia ini, pergelaran wayang diterjemahkan secara langsung ke dalam tujuh bahasa (Inggris, China, Arab, Meksiko, Belanda, Jerman, Jepang). [humasisiska]

isi-surakarta-Ruwatan-Sukerta- oleh-H-Ki-Manteb- Sudarsono-1

isi-surakarta-Ruwatan-Sukerta- oleh-H-Ki-Manteb- Sudarsono-2

isi-surakarta-Ruwatan-Sukerta- oleh-H-Ki-Manteb- Sudarsono-3

isi-surakarta-Ruwatan-Sukerta- oleh-H-Ki-Manteb- Sudarsono-5