Scheme For Academic Mobility And Exchange (SAME) di Center For Southeast Asian Studies Universitas Of Michigan (CSEAS – UM), USA

isi-surakarta-SCHEME FOR ACADEMIC MOBILITY AND EXCHANGE (SAME)-2

Prof. Santosa, dosen jurusan etnomusikologi dan Pascasarjana ISI Surakarta, telah melaksanakan program Scheme for Academic Mobility and Exchange mulai 25 September sampai dengan 25 Desember 2015 di Center for Southeast Asian Studies University Of Michigan (CSEAS – UM), Amerika Serikat. Program ini merupakan salah satu unggulan Direktorat Jendral Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ditjen SDIPTPT) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Jakarta. Program ini dilamar oleh 123 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dari sejumlah pelamar tersebut terpilih 29 orang yang mewakili Indonesia untuk melaksanakan program akademik di negara-negara yang dipilih oleh para peserta tersebut. Ada 21 perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti seleksi program ini. Dosen yang terpilih dikirim ke berbagai negara yaitu:  Amerikan Serikat (1 orang), Australia (5 orang), Denmark (1 orang), Jepang (10 orang), Jerman (5 orang), Kanada (2 orang), Perancis (2 orang), dan United Kingdom (3 orang).

Program SAME di CSEAS UM merupakan implementasi dari kerjasama antara ISI Surakarta dengan University of Michigan. Dalam program ini Prof. Santosa melaksanakan 9 kegiatan di antaranya: sitting-in di mata kuliah Ethnography of Music, menulis naskah untuk jurnal Internasional, mengajar gamelan, dan memfasilitasi kegiatan dosen dan mahasiswa ISI Surakarta untuk melaksanakan kegiatan akademik di Universitas Michigan tersebut. Program tersebut telah menghasilkan beberapa dampak di antaranya meningkatnya status dosen dan institusi ISI Surakarta di mata perguruan tinggi di Amerika Serikat. Dengan penyetaraan di bidang akademik seperti ini diharapkan ke depan dosen dan institusi di Indonesia akan dapat berperan lebih aktif di dalam percaturan program-program pendidikan tinggi di dunia. Hal ini sesuai dengan misi Ditjen SDIPTPT yang mengharapkan agar perguruan tinggi dan dosen di Indonesia mengadakan benchmarking (keseteraan derajat) dengan perguruan tinggi dan dosen lain di seluruh dunia.

Pertunjukan karawitan dan tari tanggal 12 Desember 2015, yang diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan program SAME tersebut, juga mendapat perhatian khusus  dari para mahasiswa, dosen, dan  masyarakat sekitar Ann Arbor, di mana University of Michigan berada. Dihadiri oleh dan diawali dengan sambutan dari Konsul Jendral Rrepublik Indonesia di Chicago Bapak Andriana Supandy pertunjukan ini mendapatkan sambutan meriah dari para penonton yang memenuhi Hill Auditorium University of Michigan tersebut. Dengan menyajikan 6 repertoar karawitan dan tari kelompok gamelan tersebut telah dapat memukau penonton selama sekitar satu jam pertunjukan tersebut. Judith Becker, seorang etnomusikolog papan atas di Amerika Serikat juga menghadiri acara tersebut dan memberikan komentar sangat bagus terhadap pertunjukan karawitan tersebut.

Di samping itu, sebagai tindak lanjut dari program SAME tersebut beberapa orang mahasiswa dan dosen ISI Surakarta juga akan melaksanakan beberapa program di Unversity of Michigan seperti mengajar karawitan dan tari, menulis jurnal internasional, maupun studi di sana. Juga, sedang dijajagi kemungkinan dalam rangka menghadirkan dosen UM untuk mengajar di ISI Surakarta. Dengan program ini diharapkan ISI Surakarta dapat mempercepat program unggulannya untuk mencapai World Class University (WCU) yang merupakan cita-cita civitas akademika ISI Surakarta.  (news by Prof. Santosa, jurusan etnomusikologi ISI Surakarta 28/12/15)

isi-surakarta-SCHEME FOR ACADEMIC MOBILITY AND EXCHANGE (SAME)-1

Prof. Santosa sedang mencari referensi dalam rangka penulisan artikel untuk jurnal internasional (Photo: Santosa, 2015)

isi-surakarta-SCHEME FOR ACADEMIC MOBILITY AND EXCHANGE (SAME)-2

Kelompok gamelan University of Michigan sedang berlatih untuk mengadakan pementasan tanggal 12 Desember, 2015

di Hill Auditorium University of Midhigan, USA (Photo: Lisa, 2015)