Seminar Internasional We Feeling in Dance : A Manifest of Intercultural Values Teater Kecil ISI Surakarta, 29 April 2016

IMG_6116

Regionalisme menjadi salah satu isu penting dalam politik internasional pasca perang dingin. Hubungan antar Negara semakin multilateral. Kesadaran untuk membangun identitas regional  mulai berkembang sebagai bangunan kekuatan baru dalam meningkatkan posisi tawar. Tidak dapat dipungkiri, kemajuan yang dicapai Uni Eropa menginspirasi model hubungan baru dalam konteks hubungan internasional.

Negara – Negara di kawasan Asia Tenggara yang sebelumnya sudah tergabung dalam ASEAN, juga telah memulai konteks hubungan baru melalui pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “We Feeling” adalah symbol upaya membangun identitas rasa kebersamaan untuk Negara-negara ASEAN dalam MEA. Salah satu pillar MEA dalam membangun “We Feeling” adalah pilar sosial budaya. Dalam konteks pilar social budaya, tari sebagai salah satu seni yang berkembang di Asia Tenggara memiliki potensi peran strategis untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam people to people connection.  Tari bukan sekedar gerak tubuh yang dilakukan oleh seorang atau kelompok penari, diiringi music, dan disaksikan penonton. Tari berkaitan erat dengan kebutuhan manusia untuk membangun harmoni dengan lingkungan dalam rangka memenuhi keberlanjutan hidup dan kehidupan. Nilai dan keyakinan masyarakat yang termanifestasi dalam tari dapat dikaji secara mendalam untuk mengupas nilai – nilai lintas budaya yang punya potensi mengharmonisasikan. Eksplorasi terhadap nilai – nilai tersebut dapat berkontribusi positif terhadap pembangunan “we feeling” untuk mensukseskan masa depan MEA yang sudah mulai berjalan. MEA menuntut kesadaran social budaya, bukan hanya tuntutan ekonomi dan politik. Kesadaran social budaya akan ikut menyemai membaiknya people to people connection yang menjadi kebutuhan strategis bagi masa depan MEA.

Pertimbangan – pertimbangan tersebut melatarbelakangi diselenggarakannya seminar internasional sebagai salah satu kegiatan dalam 24 Jam Menari yang diselenggarakan oleh Jurusan Tari ISI Surakarta. Seminar Internasional akan mengundang segenap akademisi, mahasiswa, maupun praktisi untuk mendialogkan pengalaman  proses kreatif dan keilmuwan tari/music tari dari berbagai Negara di Asia Tenggara, dan Negara mitra, dengan pembicara sebagai berikut.

  1. Hilmar Farid (Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)*
  2. Wahyu Santosa Prabowo –ISI Surakarta. Fostering Sense, Constituting Universe : An Echo of Spiritual Journey
  3. Tiantong Zhan – China Conservatory of Music, Beijing. Intercultural in the Folk Dance of China
  4. Shahanum Mohd. Shah – UiTM MARA, Malaysia. Intercultural Transfer in the Music of Dance in Malaysia
  5. Jeannie Park – USA. Sourcing and Resourcing from Javanese Dance : A Personal Perspective
  6. Narumol Thammapruksa – Thailand. Artist and Their Roles in Creating Living City

Note : * : dalam konfirmasi

Seminar internasional akan diselenggarakan besuk pada :

  • Hari/Tanggal   : Jumat, 29 April 2016
  • Pukul               : 08.00 – 15.30 WIB
  • Tempat            : Gedung Teater Kecil ISI Surakarta

Seminar Internasional juga menyelenggarakan Call For Paper untuk mewadahi artikel – artikel ilmiah yang relevan dengan tema seminar. Call for paper terbuka untuk segenap akademisi maupun praktisi di bidang terkait.