Web-Seminar “Seni Vs Sains: Mencari Pendekatan Setara”

PUBLIKASI SEMINAR 20201

Pusat Unggulan Ipteks Perguruan Tinggi Choreographic dan Artistic Reseacrh (PUI PT CARE) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta merupakan lembaga penelitian dan pengembangan di ISI Surakarta yang berfokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian artistic di bidang keilmuan dan praktik koreografi. Program-program penelitian dan pengembangan yang sedang dan akan dikembangkan oleh PUI PT CARE ISI Surakarta berpijak pada pendekatan penelitian artistik, sebuah model penelitian berbasis kekaryaan seni yang menempatkan kegiatan kekaryaan memiliki posisi yang setara dengan aktivitas penyelidikan ilmu pengetahuan.

Salah satu referensi yang memperkenalkan tentang penelitian artistic dijelaskan oleh Christopher Frayling (1994), yaitu sebagai sebuah penelitian yang dilakukan atas dasar dan melalui praktik artistik. Aktivitas penelitian yang berada dalam ruang lingkup wilayah teoritis didasarkan pada pengalaman dan refleksi khas aktivitas kesenimanan yang berorientasi pada kekaryaan artistic berikut kontribusinya terhadap masyarakat. Penelitian artistic dilandasi oleh paradigm bahwa praktik kreatif adalah penelitian, praktisi adalah peneliti, proses kreatif adalah proses penyelidikan, dan karya seni adalah hasil penyelidikan (Guntur, 2016:4). Penelitian artistic mendasarkan pada asumsi bahwa seniman merupakan subyek yang mengetahui atas apa yang dipikirkan, lakukan, dan wujudkan, sehingga berbagai pencatatan atau riset yang dilakukan terhadap aktivitas budaya yang dilakukan, harus dikerjakan oleh mereka sendiri. Seniman sebagai peneliti asli akan lebih tahu dirinya, dan bagaimana masa depan dirinya akan disusun (Smith, 1999:3).

Di ISI Surakarta, kontribusi koreografi dalam ranah artistic sudah tidak dapat diragukan lagi keberhasilannya. Berbagai perhelatan nasional dan internasional telah banyak diikuti oleh mahasiswa dan dosen di Jurusan Tari sebagai program studi yang menaungi keilmuan koreografi, namun definisi sempit terhadap koreografi yang seringkali dimaknai sebagai gerak tubuh ritmis dan berpola telah menyederhanakan nilai tubuh itu sendiri. Koreografi sebagai aktivitas gerak tubuh manusia tidak hanya sekedar dimaknai sebagai hasil pola gerak tubuh yang ritmis pada ruangdanwaktu. Tubuh adalah budaya, segala aktivitas tubuh yang dilakukan baik yang simbolik maupun real merepresentasikan kebudayaannya. Oleh karena itu, koreografi sebagai aktivitas tubuh memiliki cakupan yang lebih luas tidak hanya sekedar sebagai pergerakan tubuh (ekspresiestetik) tetapi juga pergerakan pemikiran, ide-ide, konsep, nilai, dan sebagainya yang mencakup segala aspek perilaku manusia (Royce, 2007:5).

Penelitian artistic tentu menjadi tantangan tersendiri bagi seniman, khususnya yang bergelut di dunia akademik yang memang dituntut mampu memproduksi pengetahuan yang berkarakter scientific. Selama ini telah banyak seniman berhasil menciptakan karya-karya ‘besar’ yang mampumemberikan kontribusi terhadap pengembangan seni, kebudayaan, danmasyarakat, namun yang sering menjadi persoalan adalah tidak semua pengetahuan yang terkait dengan metodologi penciptaan tersebut telah dirumuskan dalam bentuk pengetahuan melalui prosedur scientific. Seniman  dalam menciptakan karya tidak cukup berhenti pada persoalan proses dan hasil atas ide-ide kreatif yang terus dikembangkannya untuk  kepentingan kekaryaan seni dan pengabdian kepada masyarakat, melainkan juga pada tuntutan prosedur keilmuan yang berorientasi pada penemuan dan pengembangan konsep-konsep, teori, dan metode. Oleh karena itu, dengan diselenggarakannya kegiatan seminar ini diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran ide-ide, gagasan, dan pemikiran baru dalam rangka memberikan penguatan dan pengembangan terhadap pendekatan dan metodologi penelitian artistik yang berada di antara orientasi keilmuan dan seni dalam posisi yang setara.

PEMATERI/NARA SUMBER

  1. Dr. Yasraf Amir Piliang

Ketua Tim Kesetaraan KSDI

Dosen Institut Teknologi Bandung

  1. Tommy F Awuy

Dosen dan Penulis Filsafat Bahasa, Estetika, dan Sastra

Institut Kesenian Jakarta

  1. Dr. EkoSupriyanto, M.FA.

Dosen, Penari, dan Koreografer

Institut Seni Indonesia Surakarta

 

SELASA

27 OKTOBER 2020

10.00 – 12.00 WIB

 

Live Streaming

https://youtu.be/TXxERovqBvc

 

Join Zoom Meeting

Meeting ID: 939 1232 4421

Passcode: isi-ska151

Peserta terbatas 100 orang

Disediakan e-sertifikat

 

NARA HUBUNG

Maharani Luthvinda Dewi, S.Sn.,M.Sn

0856 4239 3093