Webinar Internasional: The Art Of Creating Dance “Repositioning Culture and Creative Industry Phenomenon”

isi-surakarta-Webinar-Internasional-The-Art-Of-Creating-Dance-1

Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakarta, mengelar Seminar Internasional On-line bertajuk ‘Koreografi Sebagai Produk Budaya dan Industri’. Yang akan dilaksanakan pada hari Senin, 3 Agustus 2020 Jam 10.00 – 12.30 WIB di Ruang Virtual – Zoom

Koreografi tidak lagi dipandang sebagai hasil pola gerak tubuh yang ritmis dan indah pada ruang dan waktu. Koreografi sebagai aktivitas tubuh memiliki cakupan yang lebih luas tidak hanya sekedar sebagai pergerakan tubuh (ekspresiestetik) tetapi juga pergerakan pemikiran, ide-ide, konsep, nilai dan sebagainya. Koreografi adalah segala aspek perilaku manusia. Koreografi adalah suatu investigasi tubuh yang didasari atas rasa keingintahuan. Tubuh sebagai pusat pengetahuan, tubuh adalah kebudayaan. Dari aktivitas tubuh yang dilakukan dapat diketahui system pengetahuan yang dimiliki oleh suatu masyarakat tertentu.

Melalui koreografi menjadikan masyarakat sebagai pemilik utama pengetahuan dari semua aktivitas tubuh yang dilakukan, sehingga mereka mampu mengenali serta menggali kekhasan dan originalitas nilai (sosial, budaya, psikologi, dan religi) yang mereka miliki, untuk menjawab berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi dengan pengetahuan asli yang dimilikinya. Koreografi akan menjadikan masyarakat mengenali siapa dirinya dan apa yang dimilikinya, sehingga mereka mampu untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki itu untuk kepentingan dirinya (ekonomi, sosial, budaya, dan religi).

Selama ini banyak aktivitas kekaryaan seni tidak didukung dengan pendokumentasian proses penciptaan yang dilakukan. Padahal aktivitas kekaryaan yang dilakukan telah melahirkan berbagai temuan konsep, metode, teknik, dan teori. Berbagai temuan tersebut akhirnya hanya tersampaikan secara oral di kelas-kelas dan diskusi-diskusi lainnya, akhirnya saat seniman tersebut meninggal maka temuannya pun akan ikut hilang. Justru para peneliti Asing, Antropolog dan Etnomusikolog dunia yang selalu menjadikan berbagai praktik kekaryaan para seniman di Nusantara sebagai bahan penelitian. Akhirnya, banyak buku dan artikel tentang seni pertunjukan tradisi justru ditulis oleh para peneliti Asing, sehingga saat hendak menulis tentang seni pertunjukan tradisi justru menggunakan tulisan dari para peneliti Asing tersebut, padahal sumber utamanya berasal dari para seniman di Indonesia. Atas berbagai persoalan itulah pendekatan artistic riset menjadi penting untuk dilakukan, sehingga berbagai praktik kekaryaan yang dilakukan dapat menjadi temuan pengetahuan teoritik, serta pewarisan terhadap pengetahuan itu pun dapat terus berlangsung.

Penelitian berbasis pada kerja kreatif (penelitian artistik) hendak menempatkan bahwa suatu praktik dapat menghasilkan pengetahuan. Praktik penciptaan adalah penelitian, praktisi adalah peneliti, proses kreatif adalah proses investigasi, dan karya seni adalah hasil investigasi. Proses kreatif dan karya yang disertai dengan dokumentasi dan refleksi terhadapnya merupakan suatu bentuk pengetahuan. Penelitian dimana praktik memainkan peran yang sangat penting ketimbang semata-mata penelitian teoritis dan/atau penelitian konseptual. Proses kerja kreatif adalah suatu proses penelitian dan karya seni adalah hasil penelitian, yang keduanya merupakan proses dan hasil penelitian. Melalui penelitian yang dilakukan, praktisi yang sekaligus sebagai peneliti, tetap memiliki kemerdekaan kreatifnya sekaligus mampu membuktikan keilmiahannya. Hasil penelitian merupakan kesatuan antara artefak dan pengetahuan teoritik yang diciptakan oleh seorang seniman sekaligus intelektual. Dari  keilmuanchoreography dan artistic research, maka membuka peluang untuk mancetak  sarjana keilmuan yang akhirnya bisa sebagai   energi dalam  pemberdayaan produk  budaya industrikreatif.

Nara Sumber

  1. Drs. Guntur, M.Hum – Rektor ISI Surakarta
  2. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D     – DirjenDikti.Kemendikbud
  3. Sardono W. Kusumo – PakarTariKontemporer Indonesia
  4. Carol Brown – University of Melbourne

Moderator       : Dr. Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.FA

Host                  : Mt. WasiBantolo, S.Sn.,M.Sn.