Pameran karya seni patung dalam rangka purna tugas Drs. Effi Indratmo, M.Sn., setelah 35 tahun mengabdi di FSRD ISI Surakarta ini sebagai salah satu tradisi akademik bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap dosen senior yang sudah memasuki purna tugas, sudah mengabdikan dan mendedikasikan diri untuk kemajuan lembaga. Seperti yang disampaikan oleh Joko Budiwiyanto, S.Sn., M.A Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain dalam acara pembukaan pameran purna tugas Bapak Effy Indratmo pada hari Senin 7 Juni 2021. Pukul 19.00 wib di Taman Budaya Jawa Tengah/TBJT surakarta. Pameran ini akan digelar sampai tanggal 11 Juni 2021.
Dalam sambutan tertulisnya rektor ISI Surakarta Dr. Drs. Guntur, M. Hum juga menyampaikan mewakili segenap sivitas akademika ISI Surakarta mengucapkan selamat menikmati masa purna tugas dan menyampaikan penghargaan dan rasa terimakasih yang sebear besarnya kepada pak Effi, atas dedikasi, loyalitas, dan integritasnya dalam mengabdikan diri baik sebagai Pegawai Negeri Sipil maupun sebagai seorang seniman yang layak untuk diteladani kepribadian dan kiprahnya, terbukti Pak Effi dapat menyelesaikan pengabdiannya sebagai PNS dengan sempurna dan beberapa karya patungnya telah banyak menghiasi ruang publik salah satunya dipilih menjadi ikon kampus ISI Surakarta.
Pameran bertajuk GALUR ini merupakan pameran tunggal seni patung Effy Indratmo yang menampilkan karya-karya yang menjadi titik pencapaian estetik dan artistik sebagai seniman Indonesia, sekaligus, diikhtiarkan sebagai bagian dari acara purna tugas pengabdian di FSRD ISI Surakarta selama lebih dari 30 tahun. Pencapaian kekaryaan yang kuat dalam tradisi formalisme seni patung modern, telah menempatkan beliau sebagai salah satu pematung penting Indonesia, hal yang dapat dilihat dari produktivitas kekaryaan, kepekaan atas medium dan kepiawaian tersendiri dalam pengolahan material, serta pengakuan dalam beragam kompetisi seni patung nasional. Melalui jejak kekaryaan Effy Indratmo, dapat kita lihat sejauhmana perkembangan seni patung di Indonesia menemukan dinamika praktik maupun konseptual, untuk itu, posisi beliau tentu tidak dapat diabaikan begitu saja. Dalam karier akademik, apa yang telah dilakukan beliau sesungguhnya telah meletakkan dasar penting dalam perkembangan pembelajaran dan pengetahuan seni patung secara khusus, dan trimatra secara umum dalam kawah pendidikan ISI Surakarta. Cara pandang dan praktik kesenian yang telah ditularkan kepada para alumni dan mahasiswa, tentu menjadi capaian penting dalam mengarahkan perahu institusi pendidikan seni ini.









