Bella Huzua, Mahasiswa Desain Mode Batik (DMB) ISI Solo yang baru menginjak semester V mengungkapkan, belajar di Prodi Desain Mode Batik ISI Solo memberikan peluang dan kesempatan yang sangat luas untuk karir dan masa depannya. “Pertama masuk ISI Solo saya kaget, dan setelah mengikuti proses pembelajaran sampai saat ini, semua yang saya dapatkan melampaui ekspektasi,” katanya di hadapan Siswa-siswa dan Guru SMA Tunas Luhur, Paiton, Probolinggo yang berkunjung ke FSRD ISI Solo, Selasa (12/11).
Bella melanjutkan, studi di DMB –dan prodi lainnya di ISI Solo, memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan kemampuan pribadinya secara maksimal. “Kami tidak hanya diajarkan hal-hal yang berkaitan dengan teknis desain mode batik saja, namun juga perilaku konsumen, kebutuhan pasar, dan strategi berwirausaha, jadi peluang ke depan semakin terbuka lebar,” ungkapnya.
Sebanyak 99 siswa dengan 9 orang guru pendamping –termasuk Kepala Sekolah dan Direktur Yayasan Tunas Luhur, melaksanakan studi ekskursi ke ISI Solo dalam rangka memperkaya pengetahuan dan pengalaman siswa terkait program studi seni. Ada Tasya, Aqila, dan Abi, siswa kelas XII yang antusias bertanya terkait kerja sama internasional, prospek masa depan, dan pembelajaran seni di FSRD ISI Solo.
Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Kemahasiswaan, dan Alumni , Ahmad Fajar Ariyanto, M. Sn., menyambut gembira kedatangan rombongan dari SMA Tunas Luhur Probolinggo dan membuka diri untuk kerja sama lainnya di waktu yang akan datang.
Kepala Sekolah SMA Tunas Luhur, Achmad Ardiansyah, M.Pd. menyatakan ISI Solo adalah pilihan pertama Studi Ekskursi SMA Tunas Luhur di bidang seni. “Kami berharap dari SMA Tunas Luhur tumbuh bibit-bibit kreatif dan inovatif di bidang seni dan berkontribusi pada ekosistem seni, utamanya di lingkungan sekolah kami,” jelasnya. Rombongan melanjutkan kunjungan ke Laboratorium Multimatra untuk melihat secara langsung proses kreatif dan pembelajaran di FSRD ISI Solo.[ton/har]









