Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta berhasil lolos dalam Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat yang diselenggarakan secara nasional oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi nyata dalam pengembangan masyarakat melalui inovasi, kreativitas, dan kepedulian sosial.
Dalam pelaksanaannya, BEM ISI Surakarta didampingi oleh Dr. Fawarti Gendra Nata Utami, S.Sn., M.Sn. selaku pembimbing utama, bersama tim dosen pendamping: Dr. Sumarno, S.Sn., M.A. dan Dr. Nur Rahmat Ardi Candra Dwi Atmaja, M.Sn. Kehadiran para dosen ini menjadi penguat sinergi antara mahasiswa dan akademisi dalam melaksanakan program yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.
Judul program ini adalah Jimbar Lestari Kolaborase Seni dan Tehnologi Untuk Literasi Hortikultura Berbasis Budaya.
Ketua Presiden Mahasiswa BEM ISI Surakarta Arif Sri Wahyudi menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian ini. “Kami percaya bahwa seni dan kreativitas dapat menjadi motor penggerak dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan program ini, mahasiswa ISI Surakarta dapat menghadirkan solusi sekaligus memperkuat peran seni dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ungkapnya.
Program yang akan dijalankan mencakup berbagai kegiatan berbasis seni, budaya, dan kreativitas dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menumbuhkan kemandirian. Keikutsertaan BEM ISI Surakarta dalam program ini juga menjadi wujud nyata bahwa mahasiswa seni memiliki kontribusi penting dalam pembangunan sosial budaya di Indonesia.
Dengan lolosnya BEM ISI Surakarta pada Program Mahasiswa Berdampak, diharapkan semakin banyak karya nyata mahasiswa yang bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat luas, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi seni sebagai pusat pengembangan budaya dan kreativitas bangsa.
Program Mahasiswa Berdampak ini memiliki goal; Program Menjadikan Mahasiswa sebagai Aktor Perubahan Sosial bahwa Program ini bertujuan mendorong mahasiswa, khususnya melalui BEM untuk menjadi pelaku aktif dalam pembangunan sosial. Dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, mahasiswa diajak untuk turun langsung, memahami permasalahan nyata, dan turut merancang solusi berdasarkan riset dan kreativitas. Selain itu juga memupuk empati, kepemimpinan, dan inovasi bahwa melalui program ini, mahasiswa dibentuk menjadi pemimpin yang tak hanya berpikir kritis, tetapi juga memiliki empati sosial dan semangat kolaboratif. Proses perencanaan dan pelaksanaannya mendorong kreativitas serta pendekatan partisipatif. Kemudian juga menerjemahkan ilmu dalam konteks nyata melalui Tridharma Perguruan Tinggi.
Program ini adalah bagian pengamalan nyata dari tridharma pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan tujuan agar ilmu yang dimiliki mahasiswa dan dosen dapat memberikan kontribusi langsung dan relevan kepada masyarakat.
Penguatan kapasitas BEM sebagai motor penggerak transformasi sosial. BEM ditempatkan sebagai ujung tombak untuk menginisiasi kolaborasi mahasiswa, dosen dan masyarakat, serta menjadi katalis dalam pelibatan riset dan inovasi teknologi untuk kepentingan publik melalui arah besar “Diktisaintek Berdampak”. Program ini merupakan bagian penting dari strategi besar Kemendiktisaintek untuk menciptakan kampus yang berdampak nyata. Hal ini mencakup sinergi antara riset, pengabdian, dan inovasi untuk memberikan solusi yang tepat terhadap kebutuhan masyarakat.
Dr. Fawarti Gendra Nata Utami,S.Sn., M.Sn, sebagai salah satu dosen pendamping sekaligus pembina BEM berharap bahwa; “Program Mahasiswa Berdampak menjadi langkah awal dan bisa menargetkan transformasi karakter mahasiswa menjadi pelaku aktif yang kritis, inovatif, dan berdedikasi dalam memberi dampak positif memperkuat peran BEM dan perguruan tinggi dalam mengaktualisasikan perubahan sosial yang berarti”.[Fa_NRACand`25]




