Jurusan Karawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali menyelenggarakan konser gamelan dalam rangka Ujian Tugas Akhir Mahasiswa peminatan Komposisi melalui tajuk IMAJINERGI: Konser Musik Baru untuk Gamelan. Konser ini akan berlangsung selama dua hari, Rabu dan Jumat, 21 dan 23 Januari 2026, pukul 19.00–23.00 WIB, bertempat di Gedung Teater Besar Gendhon Humardani ISI Surakarta.
IMAJINERGI merupakan gabungan dari kata imaji, energi, dan sinergi. Konser ini berangkat dari imaji sebagai pemantik gagasan musikal, yang kemudian digerakkan oleh energi kreatif para musisi dan diwujudkan melalui kerja kolektif antar-instrumen, antar-pemain, serta antar-gagasan. Dalam konteks ini, gamelan diposisikan sebagai ruang terbuka—sebuah ekosistem musikal yang memungkinkan terjadinya dialog dengan pendekatan baru, praktik eksperimental, dan pemanfaatan teknologi.
Konser IMAJINERGI menampilkan 15 karya orisinal dari 15 komponis muda Jurusan Karawitan ISI Surakarta. Karya-karya tersebut merepresentasikan keberagaman pendekatan komposisi gamelan yang terus berkembang di lingkungan akademik. Melalui konser ini, para penyaji tidak hanya menampilkan hasil akhir karya, tetapi juga menghadirkan proses pencarian bentuk dan jati diri musikal generasi baru.
Ketua Panitia IMAJINERGI, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa konser ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk bertumbuh secara artistik dan intelektual.
“IMAJINERGI menampilkan karya dari 15 komponis muda yang sedang bertumbuh, sebagai representasi proses kreatif generasi baru yang terus mencari bentuk dan jati diri musikalnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa konser ini menjadi ruang dialog yang berkelanjutan, tempat para penyaji merambah berbagai kemungkinan artistik sehingga wawasan musikal dan kepekaan kemanusiaan dapat terasah melalui pengalaman bunyi dan peristiwa musikal.
Lebih jauh, IMAJINERGI dirancang untuk menghadirkan pengalaman konser musik baru untuk gamelan yang relevan bagi generasi muda dan penonton umum. Format pertunjukan yang komunikatif dan kontekstual diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi publik kampus dan masyarakat untuk mengenal gamelan dari sudut pandang yang segar. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan narasi gamelan sebagai identitas budaya yang terus hidup dan berkembang.
Pada Rabu, 21 Januari 2026, konser akan menampilkan delapan karya, yaitu: TIUUWIT (Taqiy Wara Permadi), BATHOK KUWALIK (Zildhan Wisnu), IMPLURALIZM (Antonius Bimo), RARA SUMANDING (Zulkarnaen), SRUWANG – SRUWING (Muhamad Yofan), GEDRUG PINDHO (Pipit Setio Pinuji), WIDYA KABRUK’AN (Faizal Maullidurrohman), dan NGARAK (Hafizh Ramadhan).
Sementara itu, pada Jumat, 23 Januari 2026, tujuh karya lanjutan akan dipentaskan, yakni: GWADINGAN (Fandy Putra), NGGAYUH LINTANG (Rangga Samudra), KESANDUR (Krisna Julinanta), ROCKJAMALA (Heri Norpradito), KRAKET (Budi Setiawan), SABETAN (Dyo Ayshar), dan GRHASTASMARA (Radhea Putra).
Melalui IMAJINERGI, Jurusan Karawitan ISI Surakarta menegaskan perannya sebagai ruang akademik yang mendorong inovasi musik berbasis tradisi. Gamelan tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga terus diajak berdialog dengan gagasan baru, perkembangan zaman, dan sensibilitas generasi masa kini. IMAJINERGI menjadi penanda bahwa kampus seni memiliki peran strategis dalam merawat sekaligus mengembangkan masa depan musik gamelan Indonesia.




