HUMAS, –Universitas Esa Unggul bersama ISI Solo kembali duduk satu meja dalam rangka melanjutkan nota kesepahaman yang sudah terjalin selama ini guna melanjutkan program pertukaran dosen dan pendampingan dalam pembukaan program studi baru baik di Esa Unggul maupun di ISI Solo, di Ruang Rapat II Rektorat Kampus Kentingan, Senin (2/2).
Program lain seperti pertukaran mahasiswa, kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengabbdian masyarakat juga program-program baru yang lebih berdampak nyata dimasyarakat. Harapannya kerjasama ini juga berkaitan dengan Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 5 yang berfokus pada hilirisasi hasil karya dosen dan kolaborasi internasional prodi. IKU 5 memastikan karya dosen digunakan masyarakat/rekognisi internasional.
Dekan Fakultas Psikologi Esa Unggul, Tika P. Bisono menyampaikan bahwa komunikasi dipahami sebagai seni; kesenian menjadi medium hubungan interpersonal dan ekspresi penderitaan. Masih banyak keluarga yang sering menolak seni sebagai profesi masa depan, institusi seperti ISI Solo berkewajiban mendorong pengakuan profesi seni.
Eko Supriyanto direktur pascasarjana, menyampaikan peran ISI Solo dalam pengembangan ilmu pengetahuan, seni, dan kontribusinya terhadap masyarakat yang tidak bisa dilepaskan dari peran ilmu psikologi. Melalui riset dan karya, ISI Surakarta ingin membuktikan bahwa epistemologi lokal sangat mendalam dan mampu menjawab persoalan modern, seperti isu ekologi dan lingkungan.
Zulkarnain Mistortoify menambahkan bahwa saat ini kita sudah membuka program studi baru yaitu Bisnis Musik, sudah mulai menerima pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun 2026. Bisnis musik di sini lebih mendahulukan penguasaan pengetahuan tentang bisnis musik itu sendiri, praktiknya akan magang ke berbagai tempat.
Prodi S1 Bisnis Musik ISI Solo dibentuk sebagai program studi yang mengembangkan pendidikan ilmu manajemen bisnis dan musik dengan konsentrasi pada pengembangan kegiatan ekonomi dan produk musik Nusantara. [ton/har]








