HUMAS, — Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Solo secara resmi menggelar Pembekalan “Program Mahasiswa Berdampak” tahun 2026 pada Selasa (31/3). Bertempat di Gedung Laboratorium Multimatra SBSN Kampus 2 Mojosongo, diikuti peserta mahasiswa kurang lebih 160 yang hadir secara luring dan 80 lebih mahasiswa mengikuti secara daring, kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kesadaran etis dan perlindungan karya sebelum terjun langsung ke masyarakat.
Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FSRD, Dr. Nur Rahmat Ardi Candra Dwi Atmaja, M.Sn. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya tanggung jawab sosial dalam berkarya. “Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya berbekal keahlian artistik, tetapi juga memiliki kesadaran penuh terhadap etika, batasan profesional, serta mampu menciptakan ruang yang aman dan bebas dari kekerasan,” tegas Dr. Candra.
Berbeda dari tahun sebelumnya, program kali ini menonjolkan aspek progresif dengan melibatkan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Keterlibatan ini bertujuan memberikan edukasi nyata mengenai pencegahan kekerasan di lingkungan kampus maupun publik. Selain itu, aspek profesionalisme diperkuat melalui materi Etika dan Tata Krama Interaksi serta Keselamatan Kerja (K3) yang disampaikan oleh para akademisi internal.
Guna memastikan luaran program yang berkualitas, mahasiswa juga difasilitasi dengan sesi coaching clinic. Sesi ini mencakup pelatihan penulisan di media massa, prosedur submisi jurnal ilmiah, hingga perlindungan hukum melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Melalui pendekatan komprehensif ini, FSRD ISI Surakarta berharap Program Mahasiswa Berdampak tidak hanya melahirkan agen perubahan yang pragmatis, tetapi juga pencipta karya yang beretika, berdampak positif dan mampu mempertanggungjawabkan kekayaan intelektualnya kepada publik secara profesional. [har]





