Rektor: Transformasi ISI Surakarta adalah Keniscayaan Sejarah
HUMASISISKA-Upacara Dies Natalis ke-59 Institut Seni Indonesia Surakarta yang digelar pada Sabtu (15/7) di Pendhapa Ageng GPH Joyokusumo berjalan sukses dan lancar.
Rektor Institut Seni Indonesia Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar. Mhum, dalam Pidato Dies menyampaikan sejumlah prestasi dan capaian ISI Surakarta selama setahun terakhir dan proyeksi program dan target capaian ke depan.
“Usia 59 tahun merupakan usia yang sangat matang. Seiring dengan hal itu, ISI Surakarta telah melakukan terobosan untuk menuju institut pembelajaran termasyur di bidang seni tingkat regional. Di antaranya dengan menjadikan kampus yang ramah bagi penyandang disabilitas dan sebagai pusat studi layanan disabilitas yang memiliki misi menyelenggarakan layanan khusus bagi penyandang disabilitas, serta menyiapkan lulusan terbaik yang siap go international,” Tegas Pak Nyo.
Namun demikian, ungkap Rektor, pencapaian ISI Surakarta tidak dapat lepas dari peran seluruh sivitas akademika dan kolaborasi dengan para stakeholder. Seiring dengan bertumbuhnya ISI Surakarta, maka harus dibarengi dengan kesejahteraan seluruh pegawai. Oleh karena itu, bentuk komitmen kami dalam mewujudkan kesejahteraan karyawan, kami akan selalu berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan yang berkeadilan. Dengan melihat capaian ISI Surakarta pada tahun 2022 hingga bulan Juni 2023, kami optimis akan mampu mengubah status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU).
“Melalui mimbar ini kami sampaikan terima kasih kepada sivitas akademika ISI Surakarta, yang telah bekerja keras penuh dedikasi dalam mewujudkan ISI Surakarta sebagai Institut Seni Artistic Research University,” demikian ditegaskan Rektor.
Saat ditemui awak media selepas Upacara Dies, Rektor menyampaikan bahwa Transformasi ISI Surakarta adalah keniscayaan sejarah, maka tema “Seni dan Industri Budaya, Menuju Transformasi ISI Surakarta” menjadi relevan untuk diangkat dan diwujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Hal tersebut senada dengan yang disampaikan oleh Prof. Arsenio C. Nicolas, Guru Besar dari Mahasharakam University Thailand yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan orasi ilmiah dengan tema “Jejak-jejak Bunyi dan Gerak dari Sasonomulyo ke Kentingan”. Tema ini menggambarkan betapa ISI Surakarta sejatinya telah bertransformasi menjadi sedemikian rupa, membesar, dan cukup berpengaruh pada proyek konservasi dan pengembngan seni budaya tradisi nusantara.[humasisiska/awe/aro/ang]







