Dalam rangka memberi apresiasi kepada stakeholder pelaksana kegiatan kemahasiswaan bidang pengembangan masyarakat, maka digagas sebuah program dengan tajuk Abdidaya, Abdidaya diambil dari kata “Abdi” yang berarti proses mengabdikan diri dan “Daya” yang berarti sebuah kekuatan atau kemampuan untuk mengatasi/mendirikan sesuatu, Abdidaya untuk pertamakalinya dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen iktiristek) Kemdikbudristek RI, khususnya Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Sebagai wujud puncak dari pelaksanaan berbagai program pengabdian yang terdiri dari banyak elemen yakni unsur organisasi kemahasiswaan, lembaga mitra desa, dosen pendamping dan sistem pendukung program (PHP2D, P3D, Wira Desa). Sebagai salah satu kegiatan apresiasi bidang pengabdian, Abdidaya 2021 menjadi sangat menarik karena pada ajang inilah para pemberdaya masyarakat diuji tanding dan ditantang untuk dilihat seberapa berdampaknya program yang dijalankan ke desa binaan melalui luaran-luaran yang inovatif dan kolaboratif.
Program Abdidaya diharapkan mampu menjadi alternatif untuk mengapresiasi kinerja yang apik antara unsur organisasi kemahasiswaan, lembaga mitra desa, dosen pendamping dan sistem pendukung program (PHP2D, P3D, Wira Desa) untuk terus bersemangat dalam membangun desa. Rangkaian Abdidaya 2021 diadaptasi dari berbagai kegiatan sejenis untuk mengapresiasi tokoh-tokoh pemberdaya masyarakat yang akan dinilai oleh juri dengan komposisi yang terdiri dari perwakilan akademisi dan praktisi bidang pengabdian.
Pada tahun 2021, karena kondisi Pandemi COVID-19 yang belum usai, maka kegiatan yang terselenggara tentunya harus menyesuaikan kondisi yang ada. Skema kompetisi melalui kombinasi luring dan daring (hybrid) yang dilaksanakan sepanjang kegiatan ini mulai dari tanggal 1 – 6 Desember 2021 dengan tuan rumah Abdidaya pertama ini adala Intitut Pertanian Bogor. Diharapkan inisiasi kegiatan baru ini mampu memberikan wadah bagi seluruh elemen untuk terus produktif dan tidak pantang menyerah dalam membangun desa.
Pada kesempatan Abdidaya edisi pertama tahun ini ISI Surakarta berhasil melolosakan 3 Nominator yaitu 1 Nominator kategori Dosen Pendamping Program Pengembangan Pemberdayaan Desa (P3D) atas nama Muhammad Salim, S.Sn., M.Sn, 1 Nominator kategori Dosen Pendamping Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) atas nama Nur Rahmat Ardi Candra D.A., S.Sn., M.Sn. dan1 Nominator kategori Mitra Desa P3D.
Pada akhir acara Abdidaya tahun ini telah berhasil mengumumkan beberapa kejuaraan pada setiap kategori perlombaannya dan ISI Surakarta mampu meraih Juara 2 kategori dosen pendamping PHP2D atas nama Nur Rahmat Ardi Candra D.A.., dosen program studi Film dan Televisi yang pada tahun ini juga sebagai dosen pendamping hibah nasional PHP2D UKM Penalaran ISI Surakarta. “Selamat dan sukses atas raihan prestasi Pembina dan para mahasiswa PHP2D UKM Penalaran ISI Surakarta, jangan lelah dan terus berikan yang terbaik untuk Institusi ISI Surakarta.” ucap Rektor ISI Surakarta. [NRA]


