Deskripsi Program Studi

Program Studi S-1 Koreografi Inkuiri merupakan Program Studi pada Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Surakarta dan menjadi satu-satunya program studi koreografi di Indonesia. Program Studi S-1 Koreografi Inkuiri ISI Surakarta secara spesifik adalah studi tentang tari yang mendasarkan pada pengetahuan, riset, dan isu dalam wacana lokal maupun global. Program Studi S-1 Koreografi Inkuiri menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan dan keunikan kompetensi dalam penciptaan seni, melalui proses riset artistik.

Lulusan Program Studi S-1 Koreografi Inkuiri memiliki kepekaan dan kemampuan untuk membaca nilai-nilai kehidupan melalui kecerdasan tubuh, kultur masyarakat, lingkungan alam (bioestetik), system ekologi global (biosphere), dan teknologiinformasi (cybersphere). Keunggulan kompetensi lulusan program studi terletak pada kedalaman konsep penciptaan karyanya, baik dalam konteks keilmuan (diskursif) dan kekaryaan (presentasional).

Gelar Akademik

S.Sn. (Sarjana Seni)

Profil Lulusan

Program studi Koreografi Inkuiri menghasilkan lulusan dalam bidang;

  1. Dramaturg: Mampu mengaplikasikan metode riset artistik tari (practice based research, practice lead research, practice by research) untuk mengartikulasikan konsep dan hilirisasi penciptaan tari yang diinvestigasi secara deskriptif, analitis, kritis, dan komunikatif.
  2. Konseptor: Mampu mengonsepsi penciptaan karya tari secara kreatif, inovatif, adaptif, peka, tanggap terhadap berbagai perubahan dan gejala budaya (empowering the culture).
  3. Skenografer: Mampu menciptakan desain pemanggungan (knowledge creation) secara deskriptif, kreatif, inovatif, dan adaptif.

Capaian Pembelajaran

Aspek Capaian Pembelajaran :

  1. Mengkaji/menganalisis berbagai isu/fenomena kehidupan tari;
  2. Mampu mendayagunakan tubuh sebagai alat dan sumber ekspresi dalam berbagai teknik dan gaya tari;
  3. Mampu menguasai teori dan konsep-konsep tari dan kepenarian;
  4. Mampu mengaplikasikan ketrampilan kualitatif dalam analisis tari;
  5. Mampu menguasai dan peka terhadap berbagai isu, perkembangan, dan karakteristik tari;
  6. Mampu mengaplikasikan ketrampilan kualitatif dalam analisis tari;
  7. Mampu mengaplikasikan hasil karyanya, baik karya ilmiah ataupun karya seni, kepada stakeholders;
  8. Mampu memahami dasar-dasar dan berbagai paradigma budaya tari;
  9. Memiliki kemampuan manajerial dan leadership; dan
  10. Mampu mengembangkan kerjasama dan enterpreneurship.

#Ayo Kuliah Seni di ISI Surakarta