Muktamar Muhammadiyah ke-48 kali ini mengusung tema ‘Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta’. Sedangkan Muktamar Aisyiyah bertemakan ‘Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa’. Lebih dari 3000 talent yang terlibat dalam menyajikan sejumlah pertunjukan seni budaya dan olahraga dalam pembukaan Muktamar di Stadion Manahan Solo, Sabtu 19 November 2022.
Saat acara pembukaan yang dihadiri Presiden Joko Widodo , dipersembahkan kolaborasi penampilan Tari Persembahan Kolosal Raditya Indonesia Mencerahkan Semesta. Merupakan persembahan kolaborasi 7 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Asyiyah, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong , Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Muhammadiyah Makassar Sulawesi Selatan, Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas Aisyiyah Yogjakarta, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Karya tari ini ditarikan oleh 300 penari dengan melibatkan para penari professional dari ISI Surakarta yang didukung oleh penari dari keenam perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah di Indonesia. Ketujuh perguruan tinggi itu merepresentasikan budaya-budaya kepulauan di Indonesia, seperti kepulauan Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua-Maluku, Bali-Nusa Tenggara Barat, dan Jawa. Tarian disajikan dalam struktur tiga babak (awal, tengah, akhir) dimana masing-masing babak memiliki temanya masing-masing yang diambil dari jalan dakwah Muhammadiyah, yaitu tauhid, profesionalitas, dan moderasi.
Koreografer tari Raditya Mencerahkan Semesta, Wasi Batolo, S.Sn., M.Sn, Dosen Program Studi Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Surakarta menyampaikan bahwa tari Raditya Indonesia Mencerahkan Semesta adalah sebuah refleksi jalan dakwah Muhammadiyah sebagai Islam yang moderat berkemajuan. Garapan Tari ini melibatkan Tim Artistik, dengan sutradara, Wahyu Novianto, S.Sn., M.Sn. penulis naskah, Jamal, M.A. dan art director, Didik Bambang Wahyudi., S.Sn., M.Sn. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar., M. Hum, Rektor ISI Surakarta beserta jajarannya yang memberikan semangat untuk terus menggelorakan keterlibatan Seni dalam Moderasi Beragama.









