HUMASISISKA- Mr. Kangjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Djojokusumo adalah satu dari 18 orang tokoh nasional yang mendapatkan anugerah tanda kehormatan dari Presiden RI yang diberikan dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia. Acara penganugerahan tanda kehormatan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 Agustus 2023.
Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 69/TK/Tahun 2023 kepada Ahli waris almarhum Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Djojokusumo sebagai seniman kebudayaan dan pendidikan.
Perlu diketahui KGPH Djojokusumo adalah pendiri sekaligus Ketua/Direktur pertama Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) yang kemudian menjadi Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) dan kini bernama Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Sebelum adanya ASKI ilmu-ilmu seni dan budaya yang bersumber dari Karaton Surakarta Hadiningrat hanya dapat diwariskan secara tradisional untuk kalangan internal Karaton Surakarta saja. Dengan adanya ASKI ilmu-ilmu seni dan budaya yang bersumber dari Karaton Surakarta Hadiningrat dapat dikembangkan dan dipelajari oleh khalayak umum sebagai sumber ilmu pengetahuan tradisional yang masih dapat kita lihat sampai saat ini manfaatnya.
Pada tahun 1976, beliau menciptakan Beksan Kumajaya Kumaratih Kusumoaji yang sekarang populer menjadi beksan Lambangsih. Dan karena besar dan kecintaan beliau pada pengembangan seni dan budaya tradisional, semenjak purna menjabat sebagai Direktur ASKI Surakarta sampai akhir hayatnya beliau berperan sebagai dewan penyantun Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta/ISI Surakarta.
Sebelumnya, beliau diganjar anugerah Sri Nugroho kelas I dari Karaton Surakarta Hadiningrat, kemudian Sri Kabadyo Kelas I dari Karaton Surakarta Hadiningrat. Anugerah berikutnya Medali jumeneng dalem 40 tahun Sri Susuhunan Paku Buwana X. kemudian menerima ganjaran sesebutan Kangjeng Gusti sehingga namanya menjadi Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Djojokusumo pada zaman Sri Susuhunan Paku Buwono XII. Satya Lencana Kebudayaan dari pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan juga Penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai perintis berdirinya Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Di ISI Surakarta, nama beliau diabadikan sebagai nama Pendhapa Ageng: Pendhapa ISI Surakarta diberi nama Pendhapa Ageng Kangjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Djojokusumo. Terima kasih tak terhingga dari Keluarga Besar ISI Surakarta, karena tanpa jasa besar beliau, mungkin Kampus Artistik ini tidak akan pernah mewujud. [humasisiska/aro/awe/pakpik]
